digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Jawa Timur dan Bali merupakan bagian dari busur kepulauan Sunda Kecil yang terbentuk sebagai akibat proses subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia. Proses subduksi ini tidak hanya menimbulkan aktivitas tektonik tetapi juga aktivitas vulkanik di sekitarnya. Posisi Pulau Bali yang unik, terkurung oleh dua sumber gempabumi di selatan dan utara pulau menjadikan Bali sebagai kawasan seismik yang aktif dan kompleks. Hal inilah yang menyebabkan Jawa Timur dan Bali merupakan salah satu daerah yang rawan gempabumi. Data yang digunakan untuk mempelajari karakteristik aktivitas tektonik di Jawa Timur dan Bali adalah data GPS kontinyu tahun 2010 - 2014 dan data GPS berkala tahun 2013 - 2014. Data tersebut diolah menggunakan GAMIT 10.5 hingga menghasilkan koordinat geosentrik, geodetik, dan standar deviasinya yang berefensi ITRF2008. Koordinat geosentrik di transformasikan ke dalam koordinat toposentrik untuk melihat nilai kecepatan vektor pergeserannya. Kecepatan yang telah didapat kemudian di referensikan terhadap Sundaland Block. Setelah itu dihitung nilai regangan yang terjadi pada titik-titik pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, titik-titik pengamatan mengalami kecepatan vektor pergeseran yang telah berefensi terhadap Sundaland Block berkisar antara 0,151 ± 0,019 – 3,344 ± 3,416 cm/tahun bergerak ke arah timur laut. Hasil perhitungan regangan menunjukkan Jawa Timur mengalami ekstensi, sedangkan Bali mengalami kompresi.