Daerah penelitian terletak di Cekungan Bandung bagian timur yang berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Daerah ini termasuk ke dalam lokasi rencana tata ruang kawasan strategis nasional yang akan dibangun perkantoran dan pabrik manufaktur. Diperlukan informasi geologi teknik untuk mengetahui nilai daya dukung material di daerah tersebut sebelum dibangun berbagai konstruksi. Metode analisis geologi teknik dalam penelitian ini didasarkan pada hasil pengujian langsung di lapangan dengan uji SPT (Standard Penetration Test) dan data laboratorium berupa sifat fisik dan mekanik dari material untuk mengetahui nilai daya dukung material yang berada di daerah penelitian ini. Daerah penelitian tersusun atas tiga tipe sedimen, yaitu Lempung-Pasir Endapan Dataran Banjir, Lempung Endapan Danau, dan Pasir Endapan Kipas Aluvial. Nilai daya dukung izin fondasi dangkal berupa fondasi lajur, kotak, dan lingkaran pada kedalaman0-4 meter pada sumur bor BH 1 berkisar 0 - 23,44 ton/m2, BH 2 berkisar 0 - 119,7 ton/m2, di BH 3 berkisar 0 - 25,28 ton/m2, BH 4 berkisar 0 - 23,3 ton/m2, dan BH 5 berkisar 0 - 9,34 ton/m2. Kemudian nilai daya dukung izin fondasi dalam berupa tiang pancang dengan penampang tiang berbentuk bulat dan persegi dari kedalaman 0 hingga 35 meter pada BH 1 berkisar 1,67 - 32,38 ton, pada BH 2 berkisar 0,96 - 15,8 ton, di BH 3 berkisar 1,22 - 74,29 ton, di BH 4 berkisar 1,67 - 28 ton, dan pada BH 5 berkisar 1,67 - 44,37 ton. Besar beban bangunan yang diizinkan untuk dibangun di daerah penelitian dengan maksimal penurunan 2 inci pada BH 1 berkisar 4,44 ton/m2- 12,73 ton/m2, BH 2 berkisar 0,4 ton/m2 - 23,2 ton/m2, BH 3 berkisar 0,58 ton/m2 - 4,34 ton/m2, BH 4 berkisar 0,27 - 3,06 ton/m2, dan 0,62 ton/m2 pada BH 5. Rendahnya nilai beban bangunan yang diizinkan untuk dibangun diduga diakibatkan oleh sedimen yang belum terkompaksi.Tanah nonkohesif akan memberikan nilai daya dukung yang lebih tinggi dibanding tanah kohesif. Adanya mineral lempung membuat nilai daya dukung semakin rendah.
Perpustakaan Digital ITB