Adopsi Wire Arc Additive Manufacturing (WAAM) untuk komponen logam kompleks masih terkendala oleh akumulasi panas dan ketidakstabilan geometri antar lapisan. Penelitian ini mengembangkan sistem monitoring berbasis fusi sinyal elektrik dan suara dengan frekuensi sampling tinggi (96 kHz) untuk memperoleh resolusi temporal yang memadai dalam menangkap dinamika proses. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan lapisan memicu kenaikan tegangan rata-rata serta penurunan arus dan intensitas suara, yang mengindikasikan degradasi energi akibat peningkatan jarak Contact Tip to Work Distance (CTWD). Stabilitas proses turut menurun, ditandai oleh meningkatnya ketidakteraturan transfer logam dan melemahnya energi suara. Secara geometris, peningkatan tegangan operasional dan jumlah lapisan menyebabkan deviasi ketinggian hingga 3,11 mm dan kenaikan waviness hingga empat kali lipat akibat penyebaran logam cair dan akumulasi panas. Meskipun demikian, energi tinggi menghasilkan respons distorsi substrat yang lebih besar (hingga 0,33 mm), namun bersifat lebih konsisten dan dapat diprediksi. Model Random Forest teroptimasi (????????=1,????????=11) menunjukkan performa unggul (????2=0,969, MAE = 0,31 mm). Analisis SHAP menunjukkan bahwa model memanfaatkan informasi zona awal sebagai kondisi awal proses dan zona tengah sebagai koreksi berbasis dinamika sinyal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem prediksi berbasis data untuk mendukung pengendalian kualitas secara real-time, sehingga meningkatkan keandalan proses WAAM dalam manufaktur aditif logam.
Perpustakaan Digital ITB