digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Paisa -
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

Penelitian ini menyelidiki gangguan ionosfer global yang diakibatkan oleh erupsi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai (HTHH) pada 2022, menggunakan data GNSS-TEC resolusi tinggi dari 25 stasiun. Kami menemukan gangguan utama (Periode I) yang merambat dengan kecepatan fase horizontal yang paling sesuai sebesar 355,68 m/s, yang mengonfirmasi adanya superposisi antara gelombang Lamb troposferik dan gelombang kejut akustik di termosfer. Analisis spektral mengungkapkan struktur multi-periode yang kompleks, termasuk Periode II hibrida, yang menunjukkan transisi dari gelombang kejut supersonik menjadi gelombang gravitasi global dengan kecepatan sekitar 209 m/s, serta Periode IV dengan durasi sekitar 4 menit, yang memvalidasi adanya resonansi akustik vertikal. Temuan penting dari studi ini adalah deteksi anomali amplitudo ekstrem di stasiun HKSL (Hong Kong) yang mencapai 25,0 TECU, jauh melebihi respons yang terdeteksi di dekat sumber. Kami menunjukkan bahwa penguatan amplitudo ini bukanlah anomali acak, melainkan hasil interaksi konstruktif antara gelombang yang merambat dan elektrodinamika waktu lokal (local time), yang terjadi selama fenomena Pre-Reversal Enhancement (PRE) di sektor senja. Sebaliknya, di daerah dekat sumber, respons fisik didominasi oleh fenomena lubang ionosfer dinamis akibat gelombang kejut. Temuan ini menegaskan bahwa magnitudo gangguan ionosfer vulkanik sangat dipengaruhi oleh kondisi elektrodinamika lokal sepanjang jalur propagasi gelombang, bukan hanya energi yang dihasilkan oleh sumber. Selain itu, perbedaan signifikan antara kecepatan gangguan ionosfer dan tsunami laut semakin memperkuat potensi penggunaan GNSS-TEC sebagai sistem peringatan dini untuk mendeteksi ancaman tsunami yang disebabkan oleh peristiwa vulkanik.