digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Meta Purnamasari
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Flores, berpotensi memiliki produktivitas primer tinggi akibat upwelling musiman yang membawa nutrien ke permukaan, dikendalikan tidak hanya oleh sistem monsun tetapi juga diduga oleh El Niño-Southern Oscillation (ENSO). Penelitian ini bertujuan mengkaji variasi musiman produktivitas primer bersih (NPP) di Perairan Sulawesi Selatan serta variabilitas antar-tahunnya dan hubungannya dengan ENSO. NPP diestimasi menggunakan model Vertically Generalized Production Model (VGPM) berdasarkan data satelit Aqua MODIS (resolusi 4 km) untuk klorofil-a, suhu permukaan laut (SPL), dan radiasi fotosintetik aktif (PAR) periode 2007-2024, serta diverifikasi terhadap data resmi VGPM dari Ocean Productivity Site, Oregon State University (OSU, resolusi 9 km). Dampak ENSO dianalisis melalui korelasi Pearson antara anomali NPP dan Oceanic Niño Index (ONI). Hasil menunjukkan NPP tertinggi terjadi pada musim timur/JJA (870,29 mg C m?² hari?¹), bertepatan dengan klorofil-a tertinggi (0,85 mg/m³) dan SPL terendah (28,88 °C), mengindikasikan upwelling akibat penguatan Monsun Tenggara. NPP berkorelasi sangat kuat dengan klorofil-a (r = 0,96), sedang-negatif dengan SPL (r = -0,64), dan sangat lemah dengan PAR (r = -0,11), menegaskan nutrien sebagai faktor pembatas utama produktivitas primer di wilayah ini. Secara antar-tahun, NPP justru meningkat saat El Niño, terutama pada 2015/2016, dan menurun saat La Niña berkepanjangan (2020-2023), berkebalikan dengan mekanisme klasik di perairan upwelling Pasifik Timur namun konsisten dengan dinamika Arus Lintas Indonesia (Arlindo) di Selat Makassar, dengan korelasi ONI-anomali NPP positif signifikan di Laut Flores (r = 0,325-0,345; p < 0,0001). Verifikasi terhadap data OSU menunjukkan korelasi tinggi di perairan yang didominasi upwelling (r = 0,942), namun lebih rendah di perairan yang dipengaruhi limpasan sungai (r = 0,662), mengindikasikan keterbatasan algoritma klorofil-a satelit di perairan pesisir/estuari terpengaruh limpasan sungai.