digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - DICKY SETIAWAN
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Variabilitas ultraviolet/optik inti galaksi aktif (active galactic nuclei, AGN) bersifat aperiodik dan stokastik, dan mekanisme fisis utama yang mendorongnya hingga kini belum diketahui secara pasti. Untuk mengkarakterisasi variabilitas tersebut, dikembangkan pendekatan statistik berbasis proses stokastik, dan model yang dipandang paling baik saat ini adalah proses CARMA(2, 1) atau Damped Harmonic Oscillator (DHO), yang memberikan deskripsi lebih akurat dibandingkan model-model lain. Parameter model ini dilaporkan berkaitan dengan besaran fisis AGN, seperti massa lubang hitam dan luminositas, sehingga pemulihannya yang akurat menjadi penting. Akan tetapi, kurva cahaya hasil pengamatan mengandung keterbatasan dan kontaminasi data, sehingga parameter DHO yang diinferensi rentan terhadap bias sistematis. Penelitian ini mengkuantifikasi bias tersebut melalui simulasi Monte Carlo dengan parameter intrinsik yang diketahui secara pasti, pada dua kasus redaman, yakni overdamped (? = 1,74) dan underdamped (? = 0,7). Tiga faktor diuji secara terisolasi, yaitu celah pengamatan, panjang survei, dan kontaminasi sinyal non-stokastik. Hasil menunjukkan bahwa celah acak tidak menimbulkan bias sistematis, sedangkan celah musiman menimbulkan bias berarah yang bergantung kasus dengan batas toleransi fraksi celah sekitar 0,73. Pengaruh panjang survei juga bergantung kasus, yakni berupa estimasi terlalu rendah secara monoton pada skala waktu peluruhan untuk kasus overdamped sebagai efek panjang berhingga, dan estimasi terlalu tinggi yang tidak monoton pada kasus underdamped. Kontaminasi berdampak asimetris, dengan kasus underdamped jauh lebih rentan terhadap supernova, sementara microlensing menjadi kontaminan paling merusak secara multivariat. Implikasi terhadap estimasi massa lubang hitam tetap terkendali sepanjang syarat fraksi celah dan panjang survei minimum dipenuhi.