Abstrak - DICKY SETIAWAN
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Variabilitas ultraviolet/optik inti galaksi aktif (active galactic nuclei, AGN)
bersifat aperiodik dan stokastik, dan mekanisme fisis utama yang mendorongnya
hingga kini belum diketahui secara pasti. Untuk mengkarakterisasi variabilitas
tersebut, dikembangkan pendekatan statistik berbasis proses stokastik,
dan model yang dipandang paling baik saat ini adalah proses CARMA(2, 1)
atau Damped Harmonic Oscillator (DHO), yang memberikan deskripsi lebih
akurat dibandingkan model-model lain. Parameter model ini dilaporkan berkaitan
dengan besaran fisis AGN, seperti massa lubang hitam dan luminositas,
sehingga pemulihannya yang akurat menjadi penting. Akan tetapi, kurva
cahaya hasil pengamatan mengandung keterbatasan dan kontaminasi data,
sehingga parameter DHO yang diinferensi rentan terhadap bias sistematis.
Penelitian ini mengkuantifikasi bias tersebut melalui simulasi Monte Carlo dengan
parameter intrinsik yang diketahui secara pasti, pada dua kasus redaman,
yakni overdamped (? = 1,74) dan underdamped (? = 0,7). Tiga faktor diuji
secara terisolasi, yaitu celah pengamatan, panjang survei, dan kontaminasi
sinyal non-stokastik. Hasil menunjukkan bahwa celah acak tidak menimbulkan
bias sistematis, sedangkan celah musiman menimbulkan bias berarah yang
bergantung kasus dengan batas toleransi fraksi celah sekitar 0,73. Pengaruh
panjang survei juga bergantung kasus, yakni berupa estimasi terlalu rendah
secara monoton pada skala waktu peluruhan untuk kasus overdamped sebagai
efek panjang berhingga, dan estimasi terlalu tinggi yang tidak monoton
pada kasus underdamped. Kontaminasi berdampak asimetris, dengan kasus
underdamped jauh lebih rentan terhadap supernova, sementara microlensing
menjadi kontaminan paling merusak secara multivariat. Implikasi terhadap
estimasi massa lubang hitam tetap terkendali sepanjang syarat fraksi celah
dan panjang survei minimum dipenuhi.
Perpustakaan Digital ITB