Validasi Sistem Terkomputerisasi/Computerized System Validation (CSV)
merupakan elemen penting dalam industri farmasi untuk memastikan keamanan
pasien, kualitas produk, dan integritas data. Penelitian ini bertujuan untuk
menyusun perencanaan CSV di PT. OPQ menggunakan pendekatan berbasis risiko
sesuai prinsip Good Automated Manufacturing Practice (GAMP) 5 dan
International Council for Harmonisation (ICH) Q9, dengan menerapkan Failure
Modes and Effects Analysis (FMEA) untuk memprioritaskan upaya validasi
berdasarkan tingkat risiko sistem. Metodologi penelitian meliputi lima tahap:
Skrining awal berdasarkan GAMP 5 dan regulasi PMDA Jepang, penilaian dampak
awal menggunakan delapan pertanyaan ISPE untuk mengklasifikasikan sistem
sebagai Direct Impact dan No Impact, analisis risiko kuantitatif menggunakan Risk
Priority Number (RPN = Severity x Occurrence x Detectability), evaluasi mitigasi
risiko, serta penyusunan daftar induk CSV dengan interval tinjauan berkala berbasis
risiko. Dari 59 sistem terkomputerisasi yang diskrining, 57 sistem diklasifikasikan
sebagai Direct Impact dan menjalani analisis FMEA. Sebelum mitigasi, 51 sistem
berisiko Tinggi dan 6 sistem berisiko Sedang. Setelah penerapan langkah mitigasi
seperti CSV, kontrol akses berbasis peran, tinjauan audit trail, dan tinjauan berkala,
jumlah sistem berisiko Tinggi menurun menjadi 11, sementara 25 sistem menjadi
berisiko Rendah, 15 sistem menjadi Tanpa Risiko, dan sistem berisiko Sedang tetap
berjumlah 6. Tinjauan berkala dijadwalkan secara proporsional terhadap risiko:
setiap 2 tahun untuk risiko Tinggi, 3 tahun untuk risiko Sedang, dan 5 tahun untuk
risiko Rendah. Pendekatan berbasis risiko ini secara efektif memprioritaskan
sumber daya validasi, menurunkan tingkat paparan risiko secara keseluruhan, dan
mendukung integritas data serta kepatuhan GMP secara berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB