digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Separator merupakan salah satu komponen penting pada fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dominasi uap karena berfungsi memisahkan fasa uap dan fasa cair sebelum uap dialirkan menuju peralatan hilir. Dalam operasi jangka panjang, separator bekerja pada kondisi temperatur dan tekanan tertentu serta terpapar fluida panas bumi yang mengandung gas non-kondensabel, seperti H?S dan CO?. Kondisi tersebut dapat memicu degradasi material, gangguan operasi, serta penurunan integritas komponen separator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme kerusakan dan mengkaji tingkat risiko pada komponen separator Unit 2 dan Unit 3 berdasarkan data kerusakan, work order, inspeksi visual, pengukuran Ultrasonic Testing (UT), serta penilaian kategori risiko sedang. Hasil evaluasi SIL merekomendasikan fungsi deteksi gas H?S pada SIL 1 dan shutdown otomatis separator pada SIL 2 sebagai arahan awal penguatan sistem proteksi. Strategi mitigasi yang direkomendasikan meliputi inspeksi berbasis risiko, pemantauan ketebalan secara berkala, peningkatan inspeksi NDT seperti Visual Testing (VT), Penetrant Testing (PT), dan Magnetic Particle Testing (MT), perbaikan atau pelapisan komponen yang mengalami degradasi, penguatan sambungan pipa, pengendalian erosi pada nozzle, pengendalian getaran melalui support pipa, serta penguatan sistem deteksi dan proteksi operasi.