digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dislipidemia merupakan suatu kondisi gangguan metabolik yang ditandai dengan abnormalitas kadar lipid dalam tubuh. Kondisi ini berhubungan erat dengan obesitas dan peningkatan proses adipogenesis yang berperan dalam akumulasi lipid berlebih. Seledri (Apium graveolens L.) diketahui memiliki senyawa aktif seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antidislipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidislipidemia ekstrak etanol seledri menggunakan model sel adiposit 3T3-L1 secara in vitro. Identifikasi senyawa fenolik ekstrak etanol seledri dilakukan dengan menggunakan metode KLT dengan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak toluena : etil asetat : asam format (7 : 2,5 : 0,5). Aktivitas antidislipidemia dievaluasi melalui penghambatan akumulasi lipid menggunakan pewarnaan Oil Red O serta pengukuran kadar protein adiponektin dan leptin menggunakan ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol seledri mengandung flavonoid golongan fenolik yang ditandai dengan nilai Rf 0,46 yang identik dengan kuersetin Rf 0,46 serta perubahan warna hijau kehitaman setelah penyemprotan FeCl3. Ekstrak Etanol Seledri (Apium graveolens L.) pada konsentrasi 10, 100, dan 1000 ppm mampu menurunkan akumulasi lipid pada proses diferensiasi adiposit dengan persentase masing-masing sebesar 77.49 ± 3.16%; 63.48 ± 4.71; 66.22 ± 8.07%. Selain itu ekstrak etanol seledri dapat menurunkan kadar adiponektin dan leptin dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (p < 0,05), serta menunjukkan penghambatan adipogenesis yang sebanding dengan simvastatin. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) berpotensi memiliki aktivitas antidislipidemia melalui penghambatan akumulasi lipid dan diferensiasi adiposit pada sel 3T3-L1 secara in vitro.