Dislipidemia merupakan suatu kondisi gangguan metabolik yang ditandai dengan
abnormalitas kadar lipid dalam tubuh. Kondisi ini berhubungan erat dengan
obesitas dan peningkatan proses adipogenesis yang berperan dalam akumulasi lipid
berlebih. Seledri (Apium graveolens L.) diketahui memiliki senyawa aktif seperti
flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antidislipidemia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidislipidemia ekstrak etanol seledri
menggunakan model sel adiposit 3T3-L1 secara in vitro. Identifikasi senyawa
fenolik ekstrak etanol seledri dilakukan dengan menggunakan metode KLT dengan
fase diam silika gel GF254 dan fase gerak toluena : etil asetat : asam format (7 : 2,5
: 0,5). Aktivitas antidislipidemia dievaluasi melalui penghambatan akumulasi lipid
menggunakan pewarnaan Oil Red O serta pengukuran kadar protein adiponektin
dan leptin menggunakan ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak
etanol seledri mengandung flavonoid golongan fenolik yang ditandai dengan nilai
Rf 0,46 yang identik dengan kuersetin Rf 0,46 serta perubahan warna hijau
kehitaman setelah penyemprotan FeCl3. Ekstrak Etanol Seledri (Apium graveolens
L.) pada konsentrasi 10, 100, dan 1000 ppm mampu menurunkan akumulasi lipid
pada proses diferensiasi adiposit dengan persentase masing-masing sebesar 77.49
± 3.16%; 63.48 ± 4.71; 66.22 ± 8.07%. Selain itu ekstrak etanol seledri dapat
menurunkan kadar adiponektin dan leptin dibandingkan dengan kelompok kontrol
positif (p < 0,05), serta menunjukkan penghambatan adipogenesis yang sebanding
dengan simvastatin. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol seledri (Apium
graveolens L.) berpotensi memiliki aktivitas antidislipidemia melalui
penghambatan akumulasi lipid dan diferensiasi adiposit pada sel 3T3-L1 secara in
vitro.
Perpustakaan Digital ITB