digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Cindy Amanda Putri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Pemrosesan termal biomassa menghasilkan biochar, gas sintesis, dan tar, di mana keberadaan tar seringkali menimbulkan permasalahan operasional pada peralatan. Biochar dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpotensi dikembangkan sebagai adsorben tar karena kandungan lignoselulosa yang tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat luas permukaan dan kapasitas adsorpsi biochar mentah yang rendah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh aktivasi kimia KOH dan temperatur pirolisis terhadap karakteristik biochar TKKS serta kinerjanya dalam adsorpsi methylene blue sebagai senyawa model tar. Proses pre-treatment meliputi pencacahan dan pengeringan TKKS pada 105°C. Aktivasi kimia dilakukan dengan merendam TKKS dalam larutan KOH berkonsentrasi 0; 0,1; 0,5; dan 1 M pada 80°C selama 24 jam, dilanjutkan pirolisis dalam reaktor fixed bed tubular furnace pada suhu 400–600°C dengan laju pemanasan 10°C/menit dan waktu tinggal 60 menit dalam atmosfer inert N?. Karakterisasi meliputi TGA proksimat, TGA-DTA, XRF, BET, dan water uptake. Kinerja adsorpsi dievaluasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada ? = 664 nm. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi KOH meningkatkan fixed carbon dari 59,23% (0 M) menjadi 69,13% (1 M) dan menurunkan volatile matter, sehingga KOH 1 M dipilih sebagai kondisi aktivasi optimum. Analisis water uptake menunjukkan volume pori spesifik meningkat seiring naiknya temperatur pirolisis, dari 0,053 cm³/g pada 400°C hingga 0,066 cm³/g pada 600°C. Biochar hasil pirolisis 400°C menunjukkan kinerja adsorpsi terbaik dengan efisiensi adsorpsi 86,35% dan kapasitas adsorpsi 4,32 mg/g pada waktu kontak 3 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biochar TKKS teraktivasi KOH berpotensi dikembangkan sebagai senyawa organik, termasuk tar hasil konversi termal biomassa.