Intervensi sumur tanpa rig memainkan peran penting dalam mengembalikan produksi, menjaga integritas sumur, serta mendukung keberlanjutan aset pada operasi hulu minyak dan gas. Dalam praktiknya, perusahaan sering menghadapi situasi operasional yang dinamis, di mana beberapa kandidat Rigless muncul secara bersamaan, sementara kapasitas eksekusi dibatasi oleh anggaran, sumber daya, atau adanya perubahan kondisi keuangan Perusahaan secara mendadak. Tanpa adanya kerangka prioritisasi yang terstruktur, keputusan eksekusi Rigless dapat menjadi tidak konsisten dan sangat bergantung pada penilaian subjektif, terutama ketika perusahaan berada dalam kondisi keterbatasan finansial atau menghadapi strategi eksekusi yang terlalu agresif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka pendukung keputusan yang sistematis dalam memprioritaskan program intervensi sumur Rigless dengan menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kerangka ini mengintegrasikan berbagai kriteria teknis, operasional, ekonomi, serta risiko untuk menentukan prioritas relatif dari tujuan program Rigless. Penilaian para ahli dikumpulkan dan disintesis untuk membentuk hierarki prioritas yang jelas di antara berbagai alternatif yaitu pengurangan Lost Production Opportunity (LPO), pemulihan integritas sumur, evaluasi sumur lapangan dan stimulasi sumur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan LPO menjadi prioritas tertinggi karena dampaknya yang langsung dan signifikan terhadap pemulihan produksi. Selanjutnya, pemulihan integritas sumur menjadi prioritas penting sebagai prasyarat utama untuk operasi yang aman dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil tersebut, disusun pula panduan prioritisasi Rigless sebagai solusi bisnis utama yang menerjemahkan hasil analisis ke dalam aturan praktis terkait pelaksanaan maupun penundaan pekerjaan, yang dapat diterapkan dalam kondisi banyaknya kandidat secara bersamaan serta adanya keterbatasan finansial maupun operasional.
Kontribusi utama penelitian ini terletak pada transformasi hasil analisis prioritas menjadi acuan pengambilan keputusan bisnis yang dapat diimplementasikan, sehingga dapat mendukung keputusan eksekusi Rigless yang konsisten, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kerangka yang diusulkan memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan strategi eksekusi Rigless secara efektif, baik dalam kondisi eksekusi yang agresif maupun dalam situasi keterbatasan keuangan tanpa menambah kompleksitas operasional.
Perpustakaan Digital ITB