Knowledge sharing menurut Lin (2007), Hsu (2006) dan Willem & Buelens (2009) yaitu merupakan suatu budaya interaksi antar karyawan dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, informasi, dan keterampilan dari satu unit yang memengaruhi unit lain. Intangible dan tangible aset dalam proses knowledge sharing menurut Hsu (2008) dan Matzler et al., (2008) yakni harus dikelola dengan baik agar mampu memberikan kontribusi yang lebih baik terhadap performansi organisasi dan merupakan sumber competitive advantage. Hasil survey MarkPlus tahun 2007 dan Penghargaan Asian Most Admired Knowledge (MAKE) 2008 menunjukkan bahwa kurangnya kompetensi tenaga pemasaran serta masih lemahnya proses knowledge management di Indonesia merupakan gejala yang disebabkan kurang efektifnya penerapan knowledge management termasuk proses knowledge sharing dalam melakukan aktivitas kolaborasi dan interaksi antar semua komunitas organisasi. Knowledge sharing menurut Shi & Yip (2007) dan Biemans et al., (2009) yaitu berperan penting dalam proses pengikatan dan internalisasi pengetahuan ke dalam organisasi khususnya dalam peningkatan performansi pemasaran terkait dengan informasi dan pengetahuan pasar yang di-share oleh antar anggota unit dalam divisi tersebut. Suatu model proses knowledge sharing akan dapat memberikan kontribusi kepada organisasi dalam mengelola dan meningkatkan performansi organisasi khususnya perfomansi pemasaran produk. Penelitian ini memaparkan suatu model proses knowledge sharing antar unit berfokus pada peningkatan performansi pemasaran dalam divisi Pemasaran. Model ini dirancang dengan melakukan elaborasi berbagai faktor-faktor yang mendukung dalam proses knowledge sharing terkait dengan perfomansi pemasaran organisasi. Model ini terdiri atas delapan konstruk yaitu konstruk karakteristik sumber, karakteristik penerima, lingkungan, organisasi, media, teknologi, knowledge sharing, dan performansi pemasaran. Validasi model dilaksanakan pada 4 perusahaan ritel di kota Bandung yang memiliki multi unit pemasaran. Validasi dilakukan dengan penyebaran kuesioner sebanyak 24 kuesioner dengan responden merupakan anggota unit dalam divisi Pemasaran. Data yang diolah sebanyak 18 data unit responden. Pengolahan data dilakukan dengan metode Structural Equation Modelling dengan pendekatan Partial Least Square. Hasil pengolahan data menujukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses knowledge sharing antar unit dalam divisi pemasaran terhadap performansi pemasaran adalah pengalaman, kemampuan menjaga dan memelihara pengetahuan, sistem regulasi, jarak budaya, media informal, kemampuan teknologi, keseragaman pemahaman dan pengetahuan, dan kemampuan promosi.
Perpustakaan Digital ITB