Model agregat dari dua peubah acak dapat dipandang sebagai model reasuransi.
Model reasuransi juga dapat dikatakan sebagai metode alokasi risiko, yaitu pembagian
risiko asuransi dan reasuransi. Model Stop-Loss digunakan oleh Zhou dkk.
(2015) dengan menambahkan budget constraint pada total kerugian yang ditanggung
asuransi. Selanjutnya, Liu & Fang (2017) menggunakan model Quota-Share yang
optimal berdasarkan perspektif asuransi dan reasuransi dengan meminimumkan total
pengeluaran asuransi dan reasuransi. Sedangkan Putri dkk. (2021) menggunakan
model reasuransi kombinasi yaitu dengan menggabungan reasuransi Quota-Share dan
Stop-Loss dengan meminimumkan nilai Value-at-Risk (VaR) dari kerugian asuransi.
Model reasuransi yang optimal telah banyak diminati para peneliti dengan berbagai
pendekatan. Fang dkk. (2018) membahas mengenai reasuransi optimal dengan
memperhatikan perhitungan premi. Sedangkan, Syuhada dkk. (2021) menggunakan
model kombinasi reasuransi dengan meminimumkan nilai Expected Shortfall
(ES) dari total pengeluaran kerugian asuransi dan reasuransi untuk mendapatkan
model yang optimal. Ukuran risiko ES menyatakan mean dari semua kerugian yang
melebihi batas toleransinya pada periode tertentu dan tingkat kepercayaan tertentu.
Batas toleransi yang dimaksud adalah nilai Value-at-Risk (VaR). Menurut Klugman
dkk. (2019), ukuran risiko ES lebih bersifat koheren dari pada ukuran risiko lainnya
seperti VaR. Oleh karena itu, pada tesis ini akan ditentukan model reasuransi
berdasarkan ukuran risiko ES, dengan kerugian reasuransi dimodelkan menggunakan
distribusi Shanker karena sifatnya yang fleksibel.