digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2024 TA PP EPIFANIA DESIARNI 1.pdf
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Maraknya tren fast fashion mempersingkat siklus produksi pakaian dengan masa guna yang rendah. Diiringi dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, hal ini meningkatkan sifat konsumerisme masyarakat sebanyak 60% selama 14 tahun terakhir dan menghasilkan 92 juta ton limbah tekstil setiap tahun secara global baik pasca produksi dan konsumerisasi. Sebagai salah satu pelopor dalam industri fesyen di Indonesia, Bandung menghasilkan 82,46 meter kubik limbah pakaian per harinya (2021), memenuhi TPA dan menjadi polusi akibat sistem industri yang masih linear. Berbagai upaya untuk mengatasi hal ini dinilai masih menyisakan sampah, karena tidak semua jenis limbah dapat diolah dan kembali memenuhi TPA. Di sisi lain Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2017 menargetkan Indonesia melakukan penanganan sampah dengan benar sebesar 70% dari total timbulan sampah pada tahun 2025. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan penanganan limbah kain di kawasan Bandung melalui proses desain dengan metoda upcycling untuk meningkatkan nilai limbah dan prinsip ekonomi sirkular untuk membuat sebuah produk yang berdampak pada lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi, dan wawancara, yang mengarah pada eksplorasi material dengan prinsip ekonomi sirkular. Beriringan dengan potensi pasar wellness di sektor pariwisata Indonesia dan sesuai dengan potensi serta karakteristik material, hasil penelitian memanfaatkan limbah sebagai produk wellness dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi sekaligus kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.