digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Polimorfisme banyak terjadi pada bahan aktif farmasi (BAF) dan dapat berujung pada terjadinya transformasi polimorf. Transformasi polimorf ini dapat menyebabkan perbedaan sifat fisik dari BAF, seperti sifat termodinamik, sifat permukaan, serta sifat mekanik. Transformasi polimorf dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah pengaruh pelarut organik. Pada penelitian akan diamati transformasi polimorf nimodipin yang dimediasi oleh pelarut etanol dengan beberapa faktor yang diamati, antara lain perbandingan jumlah nimodipin dalam pelarut etanol, kecepatan pengadukan dan suhu pengadukan menggunakan pengamatan habit kristal dan uji titik leleh dengan elektrotermal. Pengujian titik leleh dilakukan terhadap nimodipin dan dilakukan pengadukan nimodipin dalam etanol dengan perbandingan 1:10; 1:12,5: 1:20; dan 1:30 (1 gram dalam 10/12,5/20/30 mL) selama 15, 30, dan 60 menit serta tanpa pengadukan pada suhu ruang dan kecepatan 600 RPM. Pengadukan juga dilakukan pada perbandingan 1:10 dengan kecepatan pengadukan 750 dan 900 RPM selama 1 5, 30 dan 60 menit, serta suhu 45 dan 60 0 C selama 15, 30, dan 60 menit serta kondisi tanpa pengadukan. Dilakukan pengamatan habit kristal dan uji titik leleh dari setiap sampel. Titik leleh bahan baku nimodipin 124,4125,1 0 C. Pada pengamatan habit kristal, teramati bentuk kristal batang (prisma rektangular) pada semua sampel, namun secara kuantitas berbeda. Semakin lama pengadukan, semakin banyak kristal batang yang teramati. Pada pengujian titik leleh, terjadi penurunan titik leleh pada perbandingan 1:10; 1:12,5; 1:20; 1:30 jumlah nimodipin dalam etanol secara be?urutan yaitu menjadi 116,1 0 C pada menit ke-60; 117,90 C pada menit ke-15; 117,8 0 C; dan 117,60 C pada kondisi tanpa pengadukan. Hasil titik leleh perbandingan 1:10 pada suhu 45 0 C terjadi penurunan titik leleh menjadi 1 17,5 0 C pada menit ke-15 dan pada suhu 600 C terjadi penurunan titik leleh menjadi 1 18,1 0 C pada kondisi tanpa pengadukan. Hasil titik leleh perbandingan 1:10 pada pengadukan 750 RPM dan 900 RPM terjadi penurunan titik leleh menjadi 117,7 0 C dan 117,3 0 C pada pengadukan menii ke-15. Semakin be?ar perbandingan jumlah nimodipin dalam pelarut etanol atau semakin banyak jumlah pelarut etanol yang ditambahkan, semakin tinggi suhu pengadukan, dan semakin tinggi kecepatan pengadukan, maka diduga perubahan nimodipin polimorf I menjadi polimorf II semakin cepat.