digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Alamanda Aulia Az Zahra
PUBLIC Resti Andriani

Penambangan emas bawah tanah dengan metode cut and fill harus melakukan pengisian stope dengan filling material sehingga risiko yang ditanggung lebih besar. Salah satu metode evaluasi ekonomi proyek adalah metode Discounted Cash Flow (DCF), tetapi metode ini belum melibatkan faktor ketidakpastian dan fleksibilitas manajemen sehingga digunakan real option valuation pendekatan binomial lattice standard dan learning options. Evaluasi ekonomi diawali dengan metode DCF yang menghasilkan beberapa parameter kelayakan ekonomi, seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Present Value Ratio (PVR). Kemudian, dilakukan analisis sensitivitas untuk mendapatkan parameter yang paling sensitif. Lalu, dilakukan evaluasi menggunakan real option valuation pendekatan binomial lattice standard dan binomial lattice dengan learning options untuk menentukan nilai tambah dari proyek. Metode DCF menghasilkan NPV sebesar $54,826,726.72 dengan IRR sebesar 29.83%, BCR sebesar 2.05, dan PVR sebesar 1.05. Analisis sensitivitas menunjukan harga jual menjadi parameter yang paling sensitif dan mempengaruhi nilai proyek. Berdasarkan data historis 9 tahun, 12 tahun, dan 18 tahun dihasilkan option premium sebesar $0, $23,516,638.78, dan $40,674,741.9 menggunakan binomial lattice standard dan sebesar $4,541,348.55, $28,143,489.05, dan $45,690,871.58 menggunakan binomial lattice dengan learning options. Didapatkan faktor ketidakpastian eksternal lebih berpengaruh terhadap nilai aset.