digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800



BAB 2 Graha Anggar Perbawa
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Graha Anggar Perbawa
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Graha Anggar Perbawa
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Graha Anggar Perbawa
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Graha Anggar Perbawa
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

Perbankan syariah mulai dikenal di Indonesia sejak beroperasinya Bank Muamalat Indonesia, yang diinisiasi oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah, pada tahun 1992. Sejak saat itu, perbankan syariah terus berkembang baik secara jumlah institusi maupun secara aset. Banyaknya pemain perbankan syariah ternyata tidak serta merta/ secara signifikan mendorong pertumbuhan pangsa pasar aset perbankan syariah terhadap total aset bank di Indonesia yang mencapai 7,03% (per Agustus 2022). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan strategi menggunakan perencanaan skenario untuk pengembangan industry perbankan syariah di Indonesia agar dapat menambah wawasan dan alternatif bagi seluruh stakeholders terkait. Penelitian ini akan menggunakan metodologi penelitian kualitatif yang menggunakan data primer dan data sekunder. Perencanaan skenario dikembangkan berdasarkan hasil analisis terhadap driving forces yang dianggap sebagai critical uncertatinties yang diperoleh dari analisis menggunakan framework Porter’s 5 Forces, analisis PESTEL dan SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) yang kemudian didiskusikan melalui wawancara mendalam dengan responden untuk menentukan yang paling kritis (Critical Uncertainties). Fokus isu utama yang telah diidentifikasi adalah “Bagaimana market share industry perbankan syariah 10 tahun kedepan menghadapi tantangan yang ada saat ini dan yang akan datang?” dengan driving forces yaitu dukungan pemerintah, perkembangan financial technology/ crowdfunding, harga dan layanan, perkembangan kelas menengah, keterbatasan infrastruktur, keuangan berkelanjutan, peraturan, ekosistem halal, digital banking, penetrasi internet, keunikan produk, referensi tingkat bunga, tingkat literasi dan inklusi keuangan Islami, industry bank konvensional, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis, diperoleh dua driving forces yang merupakan critical uncertainties yaitu dukungan pemerintah dan regulasi serta harga dan layanan. Dari kedua critical uncertainties ini kemudian disusun 4 skenario yaitu Fast and Furious (Cepat dan Menderu), Imperfect (Tidak Sempurna, The Survivor (Yang Bertahan) dan Skyfall (Langit Runtuh).