digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Anggi Nur Fadhila
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 1 Anggi Nur Fadhila
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 2 Anggi Nur Fadhila
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 3 Anggi Nur Fadhila
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 4 Anggi Nur Fadhila
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 5 Anggi Nur Fadhila
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

PUSTAKA Anggi Nur Fadhila
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

LAMPIRAN Anggi Nur Fadhila
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

Kota Depok memiliki peran sebagai daerah penyangga Ibu Kota Jakarta yang berbatasan langsung pada bagian timur dan selatan. Peran daerah penyangga ini terdiri dari fungsi lahan permukiman dan konservasi berupa daerah resapan air yang seringkali terjadi konflik berupa konversi penggunaan lahan badan air situ menjadi perumahan. Fungsi sebagai daerah resapan diberikan kepada Kota Depok yang dikenal sebagai Kota Seribu Situ memberi arti penting bagi keberadaan situ yang perlu dijaga melalui pengelolaan yang sesuai agar tidak terbengkalai. Situ Jatijajar sebagai salah satu situ di Kota Depok yang diarahkan pengelolaannya sebagai wisata alam yang diharapkan dapat menyeimbangkan fungsi konservasi dengan fungsi wisata dengan daya tarik berupa ruang terbuka hijau hutan kota, badan situ dan sempadannya, dan Musala Al-Karomah yang dipercaya masyakarat sekitar akan keberadaan makam peninggalan bersejarah sebagai wisata religi dan budaya. Namun pada kondisi aktual, kualitas fisik dan fasilitas sarana prasana yang tersedia belum dapat mendukung fungsi kawasan. Adapun rencana revitalisasi merupakan peluang bagi kawasan Situ Jatiajar untuk menjalankan kedua fungsinya dengan langkah awal dimulai dengan penataan fisik kawasan. Dalam rangka mengimbangi fungsi konservasi dan wisata alam, penataan fisik memerlukan konsep perancangan yang sesuai. Pada penelitian ini dilakukan penyusunan konsep perancangan melalui prinsip normatif yang diwakilkan dengan beberapa kriteria yang akan dioptimalisasi melalui metode perancangan fragmental. Kriteria tersebut terdiri dari berkelanjutan, atraksi (daya tarik), keselarasan, kebermanfaatan, keselamatan, fasilitas, dan citra sebagai fokus panduan perancangan untuk memanfaatkan potensi dan menyelesaikan persoalan fisik kawasan Situ Jatijajar melalui kosep perancangan yang dihasilkan.