ABSTRAK Arico L. Setiawan S. Pandia
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Arico L. Setiawan S. Pandia
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB1 Arico L. Setiawan S. Pandia
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB2 Arico L. Setiawan S. Pandia
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB3 Arico L. Setiawan S. Pandia
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB4 Arico L. Setiawan S. Pandia
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB5 Arico L. Setiawan S. Pandia
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Arico L. Setiawan S. Pandia
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Timah merupakan salah satu komoditas tambang yang memiliki peran signifikan
dalam sektor industri. Sebagai penunjang perekonomian negara, kegiatan penggalian timah
menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) penting untuk dipahami sebagai upaya dalam
meningkatkan efektivitas penggalian. Untuk memahami proses penggalian dan parameter
yang mempengaruhi gaya penggalian pada proses penggalian timah tersebut, dilakukan
pemodelan numerik aktivitas penggalian menggunakan Discrete Element Method (DEM).
Langkah penelitian dimulai dengan mengkaji data model cutterhead dan kondisi
penggalian dari pengoperasian KIP. Selanjutnya, dilakukan pemodelan numerik proses
penggalian yang divalidasi menggunakan hasil gaya penggalian dan shear angle dari
eksperimen Hatamura dan Chijiiwa. Model numerik yang sudah tervalidasi kemudian
dijadikan acuan dalam memodelkan tiga kasus pembebanan pada proses penggalian timah
KIP yang hasil akhirnya berupa gaya-gaya penggalian cutterhead pada arah swing, vertikal
dan aksial yang akan dibandingkan terhadap solusi analitis Miedema.
Berdasarkan hasil analisis, rancangan model numerik DEM dinilai cukup valid
dalam memodelkan proses penggalian. Kemudian untuk gaya-gaya penggalian cutterhead,
diperoleh hasil dengan galat ?10,2% pada arah swing dan vertikal, serta galat dengan
rentang 65,1% hingga 89,4% untuk arah aksial. Untuk hasil analisis parametrik, diperoleh
kesimpulan bahwa besar gaya penggalian hanya dipengaruhi oleh tingkat kekerasan tanah
yang ditunjukkan melalui peningkatan gaya penggalian sebesar 24,9% pada penggalian
tanah PKAKS (Sandy Gravels – Dense (GP)) dibandingkan dengan tanah PHAKS (Well
Graded Sands – Dense (SW)). Sementara untuk meningkatkan akurasi dari penelitian, dapat
dilakukan penelitian lanjutan menggunakan DEM dan FVM (Finite Volume Method).
Perpustakaan Digital ITB