digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ahmad Nur Alfaiz
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 1 Ahmad Nur Alfaiz
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 2 Ahmad Nur Alfaiz
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 3 Ahmad Nur Alfaiz
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 4 Ahmad Nur Alfaiz
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

BAB 5 Ahmad Nur Alfaiz
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

PUSTAKA Ahmad Nur Alfaiz
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

LAMPIRAN Ahmad Nur Alfaiz
Terbatas Yoninur Almira
» ITB

Konsep TOD merupakan konsep yang memusatkan pembangunan yang padat dan ramah pejalan kaki di dekat stasiun transit yang salah satu tujuannya adalah mendorong penggunaan angkutan umum massal perkotaan. Penerapan konsep ini telah dilakukan di Indonesia, salah satunya di DKI Jakarta yang secara hukum telah ditetapkan beberapa kawasan pengembangan TOD khususnya di koridor MRT dan KRL Commuter Line. Tiap kawasan memiliki karakteristik pengembangannya, namun belum diketahui karakteristik TOD seperti apa yang dapat mempengaruhi jumlah penumpang angkutan umum. Studi empiris terdahulu memiliki kelemahan pada pemilihan sampel dan variabel yang terbatas. Studi ini memperkaya dengan menambahkan studi kasus kawasan TOD stasiun lainnya yaitu stasiun KRL dan meninjau ulang variabel terkait karakteristik TOD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel terkait karakteristik TOD (Transit Oriented Development) yang berpengaruh terhadap jumlah penumpang kereta melalui studi kasus pada kawasan TOD MRT & KRL DKI Jakarta. Data diperoleh dari data sekunder, observasi wilayah dan wawancara serta dari tinjauan literatur. Metode analisis data dimulai dengan tinjauan variabel terkait karakteristik TOD yang berpengaruh terhadap jumlah penumpang kereta melalui tinjauan literatur. Kemudian, dilakukan kajian kondisi empiris variabel terkait karakteristik TOD berbasis kereta pada kawasan TOD MRT Fase 1 & KRL DKI Jakarta untuk dilakukan analisis regresi berganda pada data time series dalam kurun waktu 5 tahun dari tahun 2019-2023 pada 13 stasiun. Terdapat 3 Metode analisis regresi yang digunakan yaitu metode forward robust, stepwise forward robust, dan stepwise backward robust yang diolah dengan bantuan software STATA 14. Dari hasil tinjauan literatur diperoleh 16 variabel independen yang terkait dengan karakteristik TOD yang dikelompokkan ke dalam kelompok Transit, Oriented, dan Development. Lalu, diperoleh juga kondisi empiris dari setiap kawasan berbeda-beda dan berubah seiring berjalannya waktu. Dari model regresi yang dihasilkan, ketiga metode memiliki R-Squared yang berbeda-beda, dengan tertinggi sebesar 56,51%, untuk metode forward robust. Adapun metode stepwise forward robust sebesar 41,84% dan stepwise backward robust sebesar 54,37%. Ketiga metode layak dan dapat digunakan berdasarkan hasil uji asumsi klasik. Diperoleh secara keseluruhan terdapat 7 variabel yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah penumpang kereta api yaitu jumlah pemberhentian bus, kepadatan persimpangan di dalam kawasan TOD, ketersediaan jalur pejalan kaki, ketersediaan tempat parkir sepeda, keragaman guna lahan (diversity), kepadatan kawasan (density), dan campuran penggunaan lahan (land usemixedness). Variabel keragaman guna lahan memiliki pengaruh terbesar dari semua variabel tersebut. Oleh karena itu, pembangunan di kawasan TOD MRT & KRL saat ini perlu mempertimbangkan beberapa variabel yang signifikan tersebut.