Kepuasan pasien merupakan hal penting untuk diketahui. Kepuasan pasien ini dapat dicapai dengan
kualitas layanan kefarmasian yang sesuai dengan harapan pasien. Meningkatnya kualitas pelayanan
kefarmasian dapat bermanfaat bagi peningkatan derajat kesehatan pasien yang datang ke Klinik.
Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kefarmasian
dan hasilnya akan menjadi masukkan dalam menyusun program peningkatan kualitas layanan
kefarmasian di UPT Yankes ITB. Penelitian dilakukan di UPT Yankes ITB Kota Bandung dengan jumlah
responden 264. Data primer diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner dengan menggunakan
pendekatan metode SERVQUAL yang terdiri dari 5 dimensi dengan 24 atribut. Data hasil kuesioner
yang diperoleh dilakukan analisis menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI), Analisis gap, dan
Importance-Performance Analysis (IPA). Berdasarkan analisis CSI, kepuasan pasien terhadap
layanan kefarmasian berada pada kategori sangat puas dengan nilai CSI sebesar 91,13%.
Berdasarkan analisis gap, hasilnya menunjukkan nilai negatif pada seluruh atribut yang
menunjukkan adanya ketidaksesuaian kinerja layanan kefarmasian terhadap harapan pasien.
Berdasarkan analisis IPA, atribut pada kuadaran 1 perlu ditingkatkan. Pada analisis IPA ditemukan
3 atribut yang berada di kuadran 1, yaitu terkait kebersihan klinik, ketersediaan obat sesuai resep
di klinik, dan memastikan pasien memahami informasi obat yang diberikan.