Poli-?-kaprolakton (PCL) merupakan poliester dengan titik leleh sekitar 60 °C dan bersifat
sangat kristalin sehingga mudah patah. Seperti poliester lainnya, PCL memiliki aplikasi
komersial yang luas sebagai serat, bahan pelapis, benang operasi, dan implant biomaterial.
Penggunaan PCL dalam industri dan berbagai komoditi semakin diperhitungkan mengingat
sifatnya yang ramah lingkungan. Akan tetapi, karena sifat termal dan sifat mekanik PCL
rendah mengakibatkan PCL tidak dapat diaplikasikan untuk bahan yang memerlukan
kekuatan mekanik yang baik. Polistiren (PS) memiliki kekuatan mekanik yang cukup baik
dengan titik leleh antara 190-270 ?C. Disamping itu, PS mudah untuk diproses dan dinilai
sangat ekonomis sehingga banyak diaplikasikan sebagai bahan kemasan. Penggunaan PS
yang semakin banyak, memicu peningkatan jumlah limbah plastik. Polimer yang dapat
terbiodegradasi (Biodegradable polymers) merupakan salah satu solusi yang menjanjikan
dalam mengatasi masalah limbah plastik ini. Melalui kopolimerisasi antara PCL dan stiren,
diharapkan dapat diperoleh biodegradable polymer yakni Poli(CL-co-St) dengan sifat
termal dan sifat fisik yang lebih baik dibandingkan PCL. Pada penelitian ini, kopolimerisasi
antara PCL dan stiren dilakukan pada suhu 80 °C menggunakan inisiator dibenzil peroksida
(DBP) selama 20 jam. PCL disintesis melalui mekanisme polimerisasi pembukaan cincin
menggunakan katalis distanoksan dalam kondisi vakum selama 8 jam. Variasi komposisi
berat antara PCL dan St yang dibuat adalah Cl/St=1/9, 2/8, 3/7, 5/5, dan 7/3. Data FTIR
menunjukkan adanya pergeseran puncak khas PCL dan PS. Analisa derajat kristalinitas
polimer memperlihatkan adanya kesesuaian dengan persentase PCL dalam kopolimer.
Berdasarkan hasil uji viskositas, viskositas intrinsik polimer lebih besar dari viskositas
intrinsik PCL. Termogram TGA/DTA menunjukkan adanya titik leleh PCL dan dua titik
dekomposisi yang masing-masing untuk PCL dan PS. Titik leleh bagian PCL meningkat
pada semua komposisi dibandingkan PCL murni. Analisis GPC menunjukkan bahwa indeks
polidispersitas polimer hasil sintesis berbeda untuk setiap komposisi. w M kopolimer lebih
besar dibandingkan w M PCL murni
Perpustakaan Digital ITB