digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Sanctie Wehantouw.pdf
PUBLIC Devi Septia Nurul

COVER SANCTIE WEHANTOUW
PUBLIC Devi Septia Nurul

BAB1 SANCTIE WEHANTOUW
PUBLIC Devi Septia Nurul

BAB2 SANCTIE WEHANTOUW
PUBLIC Devi Septia Nurul

BAB3 SANCTIE WEHANTOUW
PUBLIC Devi Septia Nurul

BAB4 SANCTIE WEHANTOUW
PUBLIC Devi Septia Nurul

BAB5 SANCTIE WEHANTOUW
PUBLIC Devi Septia Nurul

PUSTAKA SANCTIE WEHANTOUW
PUBLIC Devi Septia Nurul

Daerah prospek panas bumi Kadidia memiliki dua sistem panas bumi yang berbeda. Manifestasi yang tampak di permukaan berupa tanah hangat dan mata air panas yang dikontrol oleh beberapa struktur yang ada. Struktur yang menjadi pembatas kedua sistem panas bumi Kadidia belum diidentifikasi. Dalam studi ini, dilakukan analisis data gaya berat daerah Kadidia untuk identifikasi struktur dengan teknik gradien horizontal gradient (HG) dan vertical gradient (VG) serta improved normalized horizontal tilt angle (INH). Data gaya berat daerah Kadidia diperoleh dari Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) yang telah melakukan survei lapangan pada tahun 2012 dan 2014. Dari penelitian ini didapatkan struktur yang ada pada daerah Kadidia merupakan sesar normal yang membentuk horst dan graben yang menjadi pengontrol manifestasi serta terbentuknya reservoir. Horst menjadi pembatas kedua sistem panas bumi Kadidia Utara dan Kadidia Selatan yang masing-masing berada di graben. Pada struktur graben, terdapat granit dengan densitas rendah 2,7 gr/cm3. Granit yang tersesarkan ini berada pada kedalaman mulai 750 m dan diidentifikasi sebagai lokasi keberadaan reservoir. Sumber panas pada kedua sistem ini berasal dari batuan panas pada kedalaman 5000 mdpl.