digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Iqbal Muwahid
PUBLIC Irwan Sofiyan

Pemanfaatan langsung energi panas bumi salah satunya adalah untuk budidaya ikan. Temperatur air kolam berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ikan, dimana terdapat temperatur optimum ikan tumbuh. Peran fluida panas bumi untuk budidaya ikan adalah memastikan temperatur perairan berada pada temperatur optimumnya. Agar temperatur perairan dipastikan pada temperatur optimummnya pada berbagai kondisi maka diperlukan sistem kontrol temperatur, salah satunya kontrol PID. Dalam tesis ini akan akan dilakukan penelitian mengenai respon sistem kontrol PID terhadap gangguan (disturbance) berupa udara dingin (19oC) dan perubahan temperatur sumber air panas (50±5oC). Juga dilakukan analisis respon termal dan efektivitas heat exchanger pada berbagai kondisi. Objek penelitiannya adalah kolam resirkulasi ikan lele dengan temperatur optimum (set point) 28oC. Sumber air panas akan memanaskan air kolam secara tidak langsung melalui double pipe heat exchanger. Tahapan penelitian dimulai dari mendesain sistem, menentukan kebutuhan termal, mempersiapkan alat dan bahan, perancangan double pipe heat exchanger, merancang sistem kontrol, melakukan simulasi tuning sistem kontrol dengan simulink, pengoperasian sistem dengan disturbance, kemudian dilakukan pengambilan dan pengolahan data. Kolam resirkulasi kapasitas 1 m3 dengan ketersediaan sumber air panas 1,05 L/menit memerlukan double pipe heat exchanger dengan luas area 0,0458 m2. Dalam mengontrol temperatur kolam resirkulasi, parameter PID yang paling baik untuk diterapkan adalah Kp = 617, Ki = 0,0011, dan Kd = 0. Dimana dalam kondisi tanpa disturbance, dengan disturbance udara dingin, disturbance kenaikan temperatur air panas, dan disturbance penurunan temperatur air panas secara berturut-turut dapat menjaga temperatur kolam menjadi 27,94oC, 27,70oC, 27,97oC dan 27,90oC. Sehingga sistem kontrol telah berhasil menjaga temperatur kolam resirkulasi dengan maksimal steady state error 0,3oC.