digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Reblood adalah aplikasi mobile yang beroperasi secara mandiri dengan misi sosial dan kemanusiaan untuk membantu masyarakat membangun gaya hidup sehat dengan mendonorkan darah secara rutin dan menghubungkan masyarakat yang membutuhkan transfusi darah dengan para pendonor secara cepat dan tepat. Untuk menjalankan misinya, Reblood menjalin kerjasama dan kemitraan dengan PMI, pemerintah, rumah sakit, dan institusi lainnya. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 hingga sekarang, Reblood telah memperoleh 60.748 pengguna aktif dengan lebih dari 40.000 donor darah terkumpul dan disalurkan ke PMI. Namun, sejak tahun 2020 hingga 2021 jumlah pengguna aktif mengalami penurunan signifikan hampir 70% akibat pandemi Covid-19. Di sisi lain, saat ini hampir 75% pendonor darah didominasi oleh orang tua (usia >45 – 65 tahun). Jika kondisi ini masih terjadi pada tahun-tahun berikutnya, Indonesia akan mengalami krisis kantong darah. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh Reblood dan solusi yang diusulkan untuk meningkatkan pengguna aktif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder dengan menggunakan metodologi kualitatif dan kuantitatif. In-depth In-depth dengan CEO Reblood dan membagikan kuesioner online kepada 337 responden. Sedangkan data sekunder diperoleh dari data internal Reblood, e-book, jurnal online, artikel dan lain sebagainya. Analisis lingkungan internal dieksplorasi dengan mengevaluasi STP saat ini, 4P Bauran pemasaran saat ini, dan analisis VRIO. Sedangkan untuk analisis eksternal dilakukan dengan evaluasi menggunakan framework PESTEL dan analisis perilaku konsumen. Hasil analisis tersebut kemudian dirumuskan ke dalam SWOT dan menggunakan Social Marketing Framework oleh Philip Kotler dan Nancy R.Lee. Penulis mengusulkan STP baru berdasarkan pendekatan Social Marketing dimana segmentasinya fokus pada populasi millennial dan Gen Z, wilayahnya diperluas ke wilayah Jawa Timur dan Jabodetabek. Penulis mengusulkan untuk menetapkan tujuan perilaku dari pengguna donor darah yang tidak sadar menjadi sadar, terinformasi, dan berniat untuk melakukan donor darah. Sementara untuk 4P pemasaran baru, penulis mengusulkan produk Reblood yang rumit berdasarkan aktual inti, dan ditambah, meningkatkan varians program loyalitas untuk donor baik manfaat moneter dan non-moneter, meningkatkan kinerja aplikasi. Selain itu, penulis juga mengusulkan program kampanye dan komunikasi pemasaran sosial berdasarkan tahap kesiapan pengguna dari kesadaran, perhatian, pertumbuhan dan tindakan untuk mendukung strategi pemasaran untuk meningkatkan pengguna aktif dan pendonor darah untuk memenuhi ketersediaan kantong darah di Indonesia.