digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Farhah Amira Fonna
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» ITB

Indonesia dikenal dengan kekayaan budaya dan ragam jenisnya, yang hingga kini menjadi potensi besar sebagai destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif. Saat ini Indonesia dan beberapa daerah termasuk Kota Bogor sedang meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi nasional. Menerapkan 4 pilar utama yaitu pariwisata yang maju, berdaya saing, berkelanjutan dan menerapkan kearifan lokal. Pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memajukan ekonomi sekaligus memperkenalkan budaya yang dimiliki oleh daerah mereka. Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, pada kaitannya ekonomi kreatif menjadi suatu penggerak akan perkembangan pariwisata, yang dapat menjadi gagasan dalam meningkatkan nilai ekonomi dari aspek kepariwisataan tersebut. Ekonomi kreatif memiliki 17 subsektor, dengan salah satunya adalah kesenian. Kesenian adalah suatu hasil karya ekspresi jiwa dan budaya yang dikemas dengan indah, serta memiliki keunikannya sendiri. Kesenian yang muncul biasanya menggambarkan suatu kondisi masyarakatnya, dengan tujuan melestarikan nilai-nilai yang ada sebagai bentuk kepedulian para seniman. Kesenian, dapat menjadi daya tarik dan ciri khas dari suatu kota, banyak para penikmat seni dan budaya yang rela menghabiskan waktu, tenaga dan bahkan harta mereka untuk menikmati suatu karya seni. Kota Bogor memiliki banyak potensi akan kesenian yang saat ini perlahan-lahan mulai dilupakan. Banyak para seniman dan komunitas kesenian yang belum terwadahi dan terapresiasi, hal ini dikarenakan kurangnya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Saat ini sudah banyak kritisi oleh media terkait belum terdapatnya suatu fasilitas seni di Kota Bogor. Dalam RPJMD Kota Bogor tahun 2021-2024 Pemerintah Kota Bogor sudah membuat Rencana Strategis untuk Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan terkait Pengembangan dan Pelestarian Keragaman Budaya, Pengembangan Galeri Seni Nasional, serta Mendukung Pelaksanaan Festival/Peristiwa Daerah. Berdasarkan isu tersebut, proyek ini berkontribusi mendukung program pemerintah serta membantu dalam membangkitkan perekonomian Kota Bogor, juga dibuat untuk mewadahi para komunitas seniman yang ada di Kota Bogor. Sehingga para komunitas seniman ini dapat memiliki tempat untuk melakukan pameran hasil karya mereka, dan berkumpul serta berdiskusi dengan para sesama seniman lainnya. Selain itu juga para penikmat seni dan kolektor seni mempunyai tempat tujuan untuk melakukan hobi mereka, serta dapat menjadi tempat edukasi bagi para pelajar khususnya di bidang seni dan budaya. Mengambil lokasi di Kota Bogor, daerah kecamatan Bogor Timur, yang telah diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor sebagai wilayah budidaya perdagangan dan jasa. Selain sebagai perwujudan objek wisata budaya kesenian, proyek ini berorientasi pada tiga tujuan utama yaitu ekonomi, kreatifitas, dan apresiatif. Fasilitas seni ini akan dirancang dengan dua fungsi utama sebagai art space dan community center, dua fungsi penting dalam mewadahi kebutuhan para komunitas seniman dan juga masyarakat. Dengan menerapkan pendekatan neuro architecture sebagai upaya menciptakan suatu lingkungan yang memperhatikan respons behaviour dan emotional yang dirasakan oleh para pengguna dalam proses perancangan ruang. Diharapkan dengan penerapan physiological variabel tersebut, menciptakan need, perception, memory, dan attitude, bagi para komunitas seniman, masyarakat, dan para wisatawan dalam negeri maupun luar negeri, sehingga mereka mendapatkan pengalaman dan ikatan emosi yang akan membawa mereka kembali mengunjungi fasilitas seni tersebut.