COVER DARA MILENIA MARETHA
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB1 DARA MILENIA MARETHA
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB2 DARA MILENIA MARETHA
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB3 DARA MILENIA MARETHA
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB4 DARA MILENIA MARETHA
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB5 DARA MILENIA MARETHA
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA DARA MILENIA MARETHA
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Sumatera merupakan salah satu pulau yang memiliki potensi panas bumi terbesar di Indonesia.
Hal ini dikarenakan Sumatera memiliki beberapa aktivitas gunung api sehingga menimbulkan
manifestasi yang muncul kepermukaan berupa mata air panas, fumarol, solfatara, dan batuan
alterasi. Salah satu daerah yang memiliki potensi panas bumi di Sumatera yang menjadi objek
penelitian ini adalah daerah panas bumi Sumani, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menentukan model sistem panas bumi yang berkembang di daerah
panas bumi Sumani. Oleh karena itu, perlu dilakukan eksplorasi geofisika untuk memahami
aktivitas panas bumi serta kondisi geologi di bawah permukaan. Tahap eksplorasi geofisika dapat
menggunakan salah satu metode geofisika yaitu metode gayaberat Pada penelitian ini digunakan
data nilai Complete Bouguer Anomali (CBA) lapangan panas bumi Sumani. Data yang telah
dikoreksi tersebut dilakukan gridding dengan menggunakan metode kriging untuk mendapatkan
peta digital topografi dan peta Anomali Bouguer Lengkap. Peta anomali Bouguer Lengkap
memiliki rentang nilai berkisar -42 mGal hingga 2 mGal. Kemudian dilakukan pemisahan anomali
regional dan residual dengan menggunakan metode yang berbeda yaitu metode Trend Surface
Analysis polinomial orde dua dan moving average, dimana lebar jendela ditentukan dengan
melakukan analisis spectral 1D. Dari hasil pemisahan anomali dengan menggunakan kedua
metode tersebut, dipilih peta anomali residual dengan menggunakan metode moving average untuk
pemodelan 2,5 dimensi karena lebih optimal. Pada peta anomali regional dengan menggunakan
kedua metode menunjukkan kecenderungan yang sama yaitu anomali rendah berada pada bagian
tengah penelitian yang berarah baratlaut-tenggara. Untuk anomali residual yang dipilih memiliki
rentang nilai -13 mGal sampai 15 mGal. Pemodelan kedepan 2,5D dilakukan dengan background
density 2,67 gr/cc dan didapatkan intrusi batuan beku yang diduga menjadi sumber panas bagi
manifestasi air panas. Reservoir di daerah Sumani diperkirakan terdapat pada lapisan vulkanik
tersier dan lapisan penudung (caprock) diperkirakan berada pada lapisan aliran piroklastik yang
mengalami alterasi.
Perpustakaan Digital ITB