digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK ARIEF IRFAN HUTOMO
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

Eksplorasi hidrokarbon di Cekungan Banyumas menghadapi tantangan utama berupa keberadaan endapan vulkanik tebal di permukaan yang menghambat metode seismik dalam pencitraan fitur geologi bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi metode filter regional-residual serta filter edge detection terpilih yang diterapkan pada data gravitasi (1.287 titik) dan magnetik (303 titik) yang diintergrasikan melalui pemodelan (forward modeling) 2.5D untuk mendapatkan . Pada penelitian ini sebelum diterapkan pada data lapangan, metode edge detection filter dianalisis terlebih dahulu menggunakan model sintetik graben dan half-graben dengan antiklin pada variasi kedalaman 0 dan 2 km. Hasil perhitungan filter regional-residual menunjukan metode moving average dipilih sebagai filter yang digunakan dalam pemisahan anomali karena dapat mencitrakan fitur geologi target dengan baik. Hasil uji sintetik menunjukkan bahwa filter Softsign Function (SF) dan Fast Sigmoid Edge Detection (FSED) memberikan respons dengan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan Horizontal Gradient (HG), meskipun teridentifikasi adanya pergeseran lateral respon filter sejauh 1 km ke arah puncak anomali seiring perubahan kedalaman sumber. Pada aplikasi data lapangan, filter SF dan FSED pada data gravitasi berhasil mendelineasi kelurusan berarah Barat Laut-Tenggara (NW-SE), yang mengonfirmasi keberadaan Antiklin Cipari sebagai pemisah antara Sub-cekungan Citanduy dan Majenang. Pemodelan 2.5D yang dikalibrasi dengan data sumur Jati-1 memvalidasi geometri halfgraben serta antiklin cipari dengan kedalaman basement yang bervariasi dari 7 km dan mengidentifikasi lapisan Eosen Deposit sebagai batuan induk potensial. Penetlitian ini menyimpulkan bahwa integrasi data gravitasi dan magnetik dengan filter edge detection terpilih dapat mendelineasi keberadaan struktur geologi penting dengan baik di daerah Cekungan Banyumas.