COVER Ihsan Kamil
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Ihsan Kamil
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Ihsan Kamil
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Ihsan Kamil
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Ihsan Kamil
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Ihsan Kamil
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Ihsan Kamil
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 7 Ihsan Kamil
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 8 Ihsan Kamil
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 9 Ihsan Kamil
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Ihsan Kamil
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Apartemen Menteng merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat hunian beserta fasilitasnya. Proyek ini akan dibangun di pusat ibu kota negara sebagai bangunan tahan gempa. Oleh karena itu, proyek ini menjadi salah satu solusi untuk tingginya potensi gempa serta keterbatasan lahan pada daerah pusat pemerintahan dan perekonomian di Indonesia. Proyek ini berlokasi di Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat. Lokasi proyek memiliki karakteristik tanah yang lunak dengan nilai percepatan gempa yang tinggi sehingga lokasi proyek dikategorikan dalam Kategori Desain Seismik D. Proyek terdiri dari 5 lantai basemen, 32 lantai fungsional, dan 1 lantai atap. Proyek direncanakan menggunakan struktur beton bertulang dengan pengerjaan pembetonan dan perangkaian tulangan dilakukan pada lokasi proyek. Struktur dimodelkan dengan menggunakan ETABS dan didesain mengikuti aturan SNI 1726:2019 untuk perancangan bangunan tahan gempa, SNI 1727:2018 untuk beban minimum pada gedung, dan SNI 2847:2019 untuk perancangan bangunan beton bertulang. Perancangan struktur dilakukan dengan menggunakan prosedur analisis dua tahap dengan memisahkan analisis antara struktur atas dan bawah. Struktur atas dianalisis dengan menggunakan analisis respon spektra sedangkan struktur bawah dianalisis dengan menggunakan analisis lateral ekuivalen. Sistem struktur yang digunakan pada struktur atas dan bawah adalah sistem ganda berupa Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Dinding Struktural Khusus (SDSK). Hasil dari perancangan struktur adalah analisis struktur dan perancangan elemen struktur yang tahan gempa berupa balok, kolom, pelat, dan dinding geser.
Perpustakaan Digital ITB