digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Merkaptoetil oleat (MEO) merupakan salah satu senyawa merkaptoetil ester dari asam lemak (MEAL) yang dapat dijadikan sebagai bahan baku produksi senyawa organotin pada stabilisator termal polyvinyl chloride (PVC). MEO disintesis melalui reaksi esterifikasi asam oleat dengan merkaptoetanol menggunakan katalis asam kuat, seperti pTSA (para-toluene sulfonic acid). Namun, terdapat reaksi samping yang mungkin terjadi sebagai akibat dari adanya 2 gugus fungsi reaktif pada merkaptoetanol. Hal ini mengakibatkan terbentuknya senyawa thioester sehingga berpotensi menurunkan perolehan dan kadar sulfhidril dalam produk MEO. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinetika reaksi sintesis MEO dari esterifikasi asam oleat dengan katalis pTSA. Selain itu, penelitian ini juga mempelajari tentang pengaruh variasi waktu reaksi, temperatur, rasio awal reaktan, dan rasio katalis, terhadap kinetika reaksi sintesis MEO. Parameter kinetika reaksi yang dikaji meliputi konstanta laju reaksi, serta pre-exponential factor, dan energi aktivasi. Perolehan data mentah berupa angka asam dan kadar sulfhidril pada berbagai variasi kondisi telah dilakukan oleh Wang dkk. (2012). Data tersebut digunakan dalam simulasi pemodelan menggunakan software MATLAB. Pemodelan yang digunakan adalah reaksi searah dengan setiap reaktan berlaku sebagai orde pertama. Berdasarkan data literatur, diketahui bahwa konversi asam oleat dan perolehan MEO maksimum dicapai pada waktu reaksi 3,5 jam, temperatur 75?, dan rasio katalis 1%- massa. Pengolahan data dengan asumsi reaksi order satu menunjukkan bahwa konstanta laju reaksi pembentukan MEO pada waktu reaksi optimum diperoleh sebesar 0,5054 M- 1?h-1, pada temperatur optimum sebesar 1,116 M-1?h-1, dan pada rasio katalis optimum sebesar 0,9958 M-1?h-1. Peningkatan rasio reaktan dari 0,9 mol/mol hingga 1,23 mol/mol pada sintesis MEO dapat meningkatkan konstanta laju reaksi dari 0,13 M-1?h-1 hingga 1,86 M-1?h-1. Reaksi sintesis MEO mengikuti persamaan Arrhenius dengan energi aktivasi sebesar 66,57 kJ/mol dan nilai pre-exponential factor sebesar 6,85×109 M-1?h-1.