Lembar Pengesahan
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
BAB I
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
BAB II
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
BAB III
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
BAB IV
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
BAB V
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
Daftar Pustaka & Lampiran
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
Transformator daya merupakan komponen penting pada sistem transmisi dan distribusi
dengan mempertimbangkan fungsinya sebagai penopang kebutuhan energy listrik yang
semakin meningkat. Isolasi minyak dan kertas memiliki peranan vital dalam kinerja
transformator daya. Dibandingkan dengan material lain yang digunakan pada
transformator daya, sistem isolasi merupakan titik terlemah. Tekanan elektrik dan thermal
pada sistem isolasi transformator daya mengakibatkan percepatan penuaan dan kegagalan
selama operasi. Oleh karena itu, pemantauan dan diagnosa kondisi transformator daya
perlu dilakukan untuk memastikan bahwa transformator beroperasi secara optimal. Analisa
gas terlarut atau dissolved gas analysis (DGA) adalah salah satu teknik diagnosa yang
sudah banyak dilakukan oleh beberapa utilitas elektrik di seluruh dunia.
Interpretasi hasil DGA sangat penting untuk keberhasilan teknik diagnostik ini. Berbagai
teknik interpretasi telah dikembangkan di antaranya adalah Metode Rasio Doernenburg
(DRM), Metode Rasio Roger (RRM), Metode Rasio IEC (IRM), Metode Segitiga Duval
(DTM), dan Metode Duval Pentagon (DPM). Teknik ini disebut sebagai teknik
konvensional. Sayangnya, teknik interpretasi ini masih didasarkan pada pengetahuan dan
pengalaman para expert, bukan pada perhitungan matematis. Selain itu, metode rasio dapat
mengakibatkan kondisi gangguan tidak teridentifikasi jika rasio sampel tidak berada dalam
nilai batas. Ada kemungkinan besar bahwa satu sample akan menunjukan hasil intepretasi
yang berbeda-beda saat dilakukan dengan metode konvensional tersebut, dengan kata lain
akan terjadi kasus salah interpretasi. Pada kasus yang ekstrim, kesalahan interpretasi ini
bisa mengakibatkan salah pengelolaan asset dan munculnya biaya yang tidak diperlukan.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan teknik interpretasi baru pada
interpretasi DGA guna meningkatkan akurasi dan konsistensi. Metode yang dikembangkan
adalah metode multi yang memanfaatkan indeks pembobotan dan metode pembelajaran
mesin random forest untuk mengintegrasikan berbagai metode yang ada. Untuk
memvalidasi kehandalan model, metode yang diajukan diterapkan pada dua jenis tipe
gangguan yang terdiri dari tiga jenis gangguan dan enam jenis gangguan. Hasil akhir
menunjukkan bahwa indeks pembobotan multi-metode dan metode random forest lebih
akurat dan konsisten daripada metode interpretasi konvensional. Selain itu, random forest multi-metode menunjukkan akurasi dan konsistensi yang lebih besar dibandingkan dengan
indeks pembobotan multi-metode, dengan nilai akurasi 96 persen dan nilai konsistensi 93
persen untuk tiga jenis gangguan dan nilai akurasi 88 persen dengan konsistensi 87 persen
untuk enam jenis gangguan.
Selanjutnya, publikasi IEEE C57.104 tahun 2019 sebagai standar terbaru interpretasi
analisa gas terlarut menghasilkan perubahan yang sangat signifikan dibandingkan dengan
standard sebelumnya. Perubahan signifikan dalam standard tersebut berupa implementasi
laju perubahan gas sebagai referensi untuk mendeteksi ketidaknormalan yang diakibatkan
oleh perilaku operasi transformator daya. Faktor pembebanan memiliki korelasi yang tinggi
terhadap perilaku operasi dan merupakan faktor yang signifikan untuk penentuan
kehandalan sistem isolasinya. Pengaturan pembebanan yang tepat untuk transformator
daya berdasarkan status analisa gas terlarut bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga
kesehatan transformator daya. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi dengan berdasarkan
data lapangan guna penentuan efek dari faktor pembebanan terhadap laju pertumbuhan
gas terlarut. Hasil akhir menunjukan bahwa faktor pembebanan berkorelasi dengan laju
perubahan gas terlarut pada konsentrasi yang berbeda-beda. Selain itu, nilai koefisien
korelasi cenderung lebih kuat pada kelompok transformator daya yang lebih tua
dibandingkan dengan kelompok transformator yang berumur lebih muda.
Perpustakaan Digital ITB