COVER M Haris W
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 M Haris W
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 M Haris W
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 M Haris W
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 M Haris W
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 M Haris W
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA M Haris W
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN M Haris W
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Diagnosis subtipe kanker non-small cell lung cancer (NSCLC), khususnya
adenokarsinoma (LUAC) dan karsinoma sel pipih (LUSC), masih menghadapi
tantangan dalam akurasi dan konsistensi. Tantangan utama dalam diagnosis kedua
subtipe ini adalah metode imunohistokimia (IHK) yang diketahui memiliki tingkat
kesalahan akibat subjektivitas hingga 40%. Kesalahan tersebut dapat memicu
keterlambatan penanganan serta komplikasi akibat biopsi berulang. Penelitian ini
bertujuan untuk mengamati pola metilasi DNA menggunakan Random Forest (RF) dan
Artificial Neural Network (ANN), serta mengidentifikasi gen-gen baru yang berpotensi
menjadi marker tambahan untuk membedakan LUAC dan LUSC. Data genom LUAC
(n=473) dan LUSC (n=369) dikumpulkan dari The Cancer Genome Atlas (TCGA) dan
diproses menggunakan pustaka Sesame (R). Seleksi fitur terhadap titik metilasi
dilakukan dengan RF menggunakan pendekatan Local False Discovery Rate (LFDR).
CpG terseleksi dari RF (n=2396) digunakan untuk melatih ANN dan diuji pada dataset
GSE158422 dan GSE180060. Performa algoritma diperoleh dalam bentuk matriks
akurasi, Receiver Operator Curve (ROC), dan Area Under Curve (AUC). Gen-gen
terkait CpG utama yang digunakan oleh ANN diidentifikasi dan diuji korelasinya
terhadap data mRNA menggunakan metode Spearman. Dari uji eksternal, ANN
mencapai akurasi umum 92% dengan AUC sebesar 85,8% dalam membedakan kedua
subtipe. Sebanyak 13 gen teridentifikasi dari CpG utama ANN, dengan ZNF750,
SHISA4, dan TNS4 menunjukkan korelasi metilasi-ekspresi yang sangat kuat serta
pola ekspresi yang konsisten antar subtipe. Titik metilasi pada ZNF650 dan TNS4
teramati mengalami hipermetilasi (beta >0,8) pada LUAC, sementara SHISA4
mengalami hipometilasi pada LUAC (beta <0,3). Ketiga gen tersebut diketahui
berperan dalam regulasi fenotip kedua subtipe serta kemampuan metastasis. Namun,
pola kontras dan korelasi produk protein dari gen-gen ini pada kedua subtipe perlu
dikonfirmasi lebih lanjut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan RF
dan ANN memiliki potensi untuk digunakan pada masa mendatang dalam pencarian
marker metilasi serta membantu membedakan subtipe dalam diagnosis LUSC dan
LUAC.
Perpustakaan Digital ITB