digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800



COVER Sri Rohaeni
Terbatas  Latifa Noor
» Embargo

BAB1 Sri Rohaeni
Terbatas  Latifa Noor
» Embargo

BAB2 Sri Rohaeni
Terbatas  Latifa Noor
» Embargo

BAB3 Sri Rohaeni
Terbatas  Latifa Noor
» Embargo

BAB4 Sri Rohaeni
Terbatas  Latifa Noor
» Embargo

BAB5 Sri Rohaeni
Terbatas  Latifa Noor
» Embargo

Tumbuhan hutan tropis Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tersebut terkait juga dengan metabolit sekunder yang dihasilkannya. Salah satu tumbuhan obat hutan tropis Indonesia adalah genus Garuga. Genus ini termasuk ke dalam famili Burseraceae yang memiliki sekitar 615 spesies dan tersebar di Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, India, Bangladesh, Australia Utara dan Amerika. Garuga diketahui mengandung metabolit sekunder utama golongan siklik diarilheptanoid yang memiliki bioaktivitas beragam seperti antikanker, antibakteri, antioksidan, antiulser, antimalaria, dan antidiabetes. Garuga pinnata merupakan salah satu spesies Garuga yang juga tumbuh di Indonesia. Beberapa peneliti dari negara Bangladesh, India dan Amerika telah melaporkan kajian siklik diarilheptanoid dari G. pinnata, namun penelitian fitokimia pada G. pinnata Indonesia belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan isolasi metabolit sekunder dari Garuga pinnata Indonesia dan transformasi kimia senyawa dominan. Penelitian diawali dengan isolasi senyawa kulit batang Garuga pinnata. Isolasi dilakukan dengan beberapa tahap. Pertama serbuk kulit batang diekstraksi dengan aseton pada suhu ruang (maserasi) sehingga diperoleh ekstrak aseton. Selanjutnya, ekstrak aseton difraksinasi dan dimurnikan dengan berbagai teknik kromatografi, yaitu Kromatografi Cair Vakum (KCV), Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG), dan Kromatografi Radial (KR). Penentuan struktur senyawa hasil isolasi dilakukan berdasarkan data spektroskopi, yaitu 1D-NMR (1H-NMR dan 13C-NMR) dan 2D- NMR (HSQC dan HMBC). Pada penelitian ini telah berhasil diisolasi sembilan senyawa dari ekstrak aseton kulit batang G. pinnata, tiga di antaranya merupakan senyawa baru yaitu GP3, GP8, dan GP11. Sementara itu, tiga senyawa lainnya diidentifikasi sebagai senyawa yang siklik diarilheptanoid tipe difenileter yang sudah dikenal, yaitu garuganin I, garuganin III, dan 9’-desmetilgarugamblin I serta tiga senyawa siklik diarilheptanoid tipe bifenil yang juga sudah dikenal juga yaitu garuganin II, Gf-3 dan alnusdiol. Senyawa garuganin II merupakan senyawa dominan yang ditemukan pada kulit batang G. pinnata (133 mg dari 700 gram serbuk kulit batang kering). Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pula dua reaksi transformasi pada garuganin II, yaitu reaksi alilasi dan prenilasi. Pada reaksi alilasi telah berhasil diperoleh satu senyawa utama yaitu RA dan dari reaksi prenilasi dihasilkan satu senyawa utama yaitu RP dengan rendemen masing-masing berturut-turut adalah 42,6% dan 28,4%.