digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pandemi covid-19 sangat berdampak di semua industri ekonomi tanpa terkecuali industri kreatif di Indonesia. Begitu banyak dampak negatif yang dirasakan oleh pelaku industry kreatif, tetapi tidak sedikit juga yang melihat pandemi covid-19 sebagai kesempatan untuk melakukan investasi. PT. Bandung XYZ merupakan salah satu pelaku industry kreat if di kota Bandung, Jawa Barat dengan produk andalan nya ABC Sandals. Perusahaan ini memiliki rencana untuk menggabungkan lokasi pabrik dan warehouse menjadi satu area yang saat ini berada di lokasi yang berbeda. Banyak manfaat yang akan dirasakan khususny a penghematan biaya dari kedua lokasi yang saat ini digunakan oleh perusahaan. Kondisi saat ini, perusahaan menyewa pabrik yang saat ini sedang digunakan untuk proses produksi dan gudang dimiliki secara penuh. Investasi ini tergolong menjadi investasi di proyek replacement. Metodologi penelitian yang dilakukan meliputi analisa internal dari sisi perus ahaan dan analisa eksternal yang dilihat kondisi industry kreatif di Indonesia. Analisa internal meliputi sumberdaya berwujud dan tidak berwujud, kapabilitas dan kompetensi utama dari perusahaan. Analisa eksternal meliputi analisa PEST dan Port er’ s Fi ve Forces . Analisa studi kelayakan secara finansial dilakukan untuk menentukan kelaya kan dari proyek replacement yang akan dilakukan. Kemudian, akan dilakukan analisa manajemen resiko untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi kelayakan proyek. Dari hasil perhitungan penelitian ini didapatkan kesimpulan jika proyek ini layak untuk dilakukan dengan variabel Net Present Value(NPV) sebesar Rp 3,993,723,014, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 33,87%, Payback Period selama 3 tahun dan 4 bulan dan Profitability Index (PI) sebesar 1,96. Dengan swing 20% untuk analisa sensitivitas, didapatkan tiga variabel yang sensitive dengan perubahan nilai NPV. Tiga variabel tersebut adalah minimum direct material to price per unit, efficiency cost on general and administrative expense and growth priority product yang telah ditentukan sebagai target manajemen. Ketiga variabel tersebut juga yang menjadi acuan dalam melakukan analisa skenario dan analisa Monte-Carlo. Dari hasil perhitungan didapat bahwa probabilitas dari NPV lebih kecil dari nol sebesar 0,26%. Perusahaan harus tetap berinovasi dalam produk yang diapasarkan sebagai strategi untuk terus berkompetisi di industri yang semakin kompetitif. Selain itu, perusahaan perlu mempertimbangkan menambah jumlah took yang saat ini hanya berjumlah dua dan berlokasi di kota Bandung, Jawa Barat dan kota Bali.