BAB 1 Maria Stephany Gulo
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Maria Stephany Gulo
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Maria Stephany Gulo
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Maria Stephany Gulo
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5A Maria Stephany Gulo
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5B Maria Stephany Gulo
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Maria Stephany Gulo
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 7 Maria Stephany Gulo
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 8 Maria Stephany Gulo
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 9 Maria Stephany Gulo
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Dengan berpindahnya Ibu Kota Negara Indonesia dari pulau Jawa ke Kalimantan,
pertumbuhan di daerah calon Ibu Kota Baru pun perlu dimatangkan. Sebagai upaya
mendukung rencana pemerintah tersebut, sarana dan prasarana selain aspek
pemerintahan perlu disediakan, seperti dalam bidang olahraga. Stadion Aji Imbut
di daerah Tenggarong, Kalimantan Timur yang telah tersedia dapat menjadi sarana
pertumbuhan ekonomi warga setempat pula dengan adanya acara-acara olahraga
yang akan diselenggarakan. Melihat hal tersebut, kompleks atlet menjadi salah satu
infrastruktur penunjang yang penting untuk direncanakan.
Dalam tugas akhir ini akan dibahas mengenai Perencanaan Manajemen Konstruksi
Kawasan Kompleks Atlet Di Ibu Kota Baru Kalimantan Timur tersebut. Ruang
lingkup dalam pembahasan tugas akhir ini meliputi perencanaan desain site layout,
rinician pembagaian struktur pekerjaan proyek (Work Breakdown Structure),
metode pelaksanaan konstruksi yang meliputi pekerjaan persiapan, tanah, struktur
bawah, struktur atas, drainase, serta parkiran dan perkerasan, serta penyusunan
jadwal pelaksanaan konstruksi dan estimasi biaya konstruksi. Metode konstruksi
yang digunakan untuk membangun gedung kompleks atlet adalah metode bottom
top. Dalam menentukan biaya konstruksi Sebagian besar estimasi dilakukan
menggunakan analisis harga satuan setiap pekerjaan seperti yang tertuang dalam
Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Nomor:28/PRT/M/2016 Tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang
Pekerjaan Umum. Peraturan tersebut juga yang menjadi acuan untuk perhitungan
produktivitas tim kerja dan peralatan setiap pekerjaan untuk Menyusun jadwal
proyek dengan bantuan program Microsoft Project. Hasil perencanaan dan
perancangan ini adalah nilai proyek sebesar Rp 1.654.207.148.661 dengan luas
bangunan total 118.152,00 m2 diperoleh biaya bangunan per m2 sebesar Rp Rp
14.000.670/m2 durasi konstruksi 821 hari dimulai dari 2 Januari 2020 hingga 21
April 2022.
Perpustakaan Digital ITB