digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Risha Aulia Fitriani
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Risha Aulia Fitriani
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Risha Aulia Fitriani
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Risha Aulia Fitriani
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Risha Aulia Fitriani
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Risha Aulia Fitriani
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Risha Aulia Fitriani
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

Masjid Tajug Gede merupakan salah satu kawasan wisata di Kabupaten Purwakarta yang memiliki lahan pembangunan hutan kota. Sembilan jenis tanaman yang sering ditanam pada hutan kota adalah Akasia (Acacia mangium), Eukaliptus (Eucalyptus urophylla), Sengon (Falcataria moluccana), Jati Putih (Gmelina arborea), Manglid (Mangieta glauca), Tanjung (Mimusops elengi), Trembesi (Samanea saman), Mahoni (Swietenia macrophylla), dan Surian (Toona sinensis). Pertumbuhan pohon dalam hutan kota sangat dipengaruhi oleh kondisi tempat tumbuhnya di samping perlakuan silvikultur dan materi genetik tanaman yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi karakteristik lahan dan kecocokkan sembilan jenis pohon tersebut pada Masjid Tajug Gede Purwakarta. Kondisi karakteristik lahan yang diukur meliputi iklim berupa curah hujan, suhu udara, dan kelembapan udara, serta tanah berupa pH tanah, C-organik, N-total, rasio C/N, P-tersedia, K-tersedia, dan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Analisis kecocokkan sembilan jenis pohon dilakukan dengan metode pencocokkan (species matching) menggunakan acuan kelas kesesuaian lahan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Kelas kesesuaian terbagi ke dalam kelas S1 (sesuai), S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal), dan N (tidak sesuai). Penentuan perbaikan menggunakan analisis faktor pembatas (Simple Limitataion Method). Hasil penelitian menunjukkan kondisi lahan termasuk ke dalam tipe A yang memiliki 5-6 bulan basah berurutan dengan 1 bulan kering. Kelembapan 76,5% termasuk ke dalam kategori sangat lembab. Suhu udara berkisar 22,5-32.2 oC dan ketinggian 69-75mdpl. Kondisi tanah menunjukkan pH tanah agak masam, C-organik sangat tinggi, N-total sangat rendah, rasio C/N sangat tinggi, P-tersedia sangat rendah, K-tersedia tinggi, dan KTK sedang. Acacia mangium, Falcataria moluccana, Gmelina arborea, Manglietia glauca, Mimusops elengi, Samanea saman, Swietenia macrophylla, dan Toona sinensis termasuk ke dalam kelas kesesuaian lahan S1 dengan faktor pembatas temperatur, curah hujan, bulan kering, pH tanah, dan hara tersedia. Berdasarkan persyaratan tumbuh tumbuhan, Sembilan jenis pohon tersebut menunjukkan adanya kecocokkan dengan kondisi lahan lokasi penelitian dengan faktor pembatas unsur hara tersedia yang masih dapat diperbaiki.