digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Bidang industri menghasilkan produk samping berupa limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), salah satunya adalah logam berat kromium heksavalen (Cr6+). Salah satu metode penghilangan logam berat yang dapat dilakukan adalah adsorpsi melalui interaksi pertukaran ion. Biochar dapat digunakan sebagai adsorber yang sangat baik, terlebih apabila dibuat dalam bentuk geopolimer. Pada penelitian ini, biochar dibuat dengan cara granulasi pada kecepatan 123 rpm. Kemudian, biochar diaktivasi dengan NaOH 12M untuk menghasilkan bentuk geopolimer. Selulosa dari pulp kertas ditambahkan untuk meningkatkan daya penyerapan dengan variasi konsentrasi 0%, 2%, 4%, dan 6%. Adsorpsi Cr6+ dilakukan dengan cara mengimersi biochar dalam larutan artificial dengan variasi waktu 6 dan 12 jam. Karakterisasi menunjukkan bahwa biochar yang digunakan menyerupai fly ash kelas C dan geopolimerisasi berhasil dilakukan ditunjukkan dengan adanya gugus Si-O-Si dan Si-O-Al. Uji imersi yang dilakukan mengubah warna semua sampel uji dari oranye menjadi kuning serta pH-nya. Hal ini terjadi akibat adanya unsur kalsium yang melimpah dan pengaruh larutan aktivator NaOH dalam biochar. Uji imersi juga menunjukkan adanya peran selulosa terhadap pembentukan porositas dan penyerapan Cr6+. Adsorpsi Cr6+ paling tinggi diperoleh pada sampel dengan selulosa 6% dalam waktu imersi 6 jam, yaitu sebesar 23,92%.