Bidang industri menghasilkan produk samping berupa limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3), salah satunya adalah logam berat kromium heksavalen (Cr6+). Salah satu
metode penghilangan logam berat yang dapat dilakukan adalah adsorpsi melalui interaksi
pertukaran ion. Biochar dapat digunakan sebagai adsorber yang sangat baik, terlebih apabila
dibuat dalam bentuk geopolimer. Pada penelitian ini, biochar dibuat dengan cara granulasi
pada kecepatan 123 rpm. Kemudian, biochar diaktivasi dengan NaOH 12M untuk
menghasilkan bentuk geopolimer. Selulosa dari pulp kertas ditambahkan untuk
meningkatkan daya penyerapan dengan variasi konsentrasi 0%, 2%, 4%, dan 6%. Adsorpsi
Cr6+ dilakukan dengan cara mengimersi biochar dalam larutan artificial dengan variasi waktu
6 dan 12 jam. Karakterisasi menunjukkan bahwa biochar yang digunakan menyerupai fly ash
kelas C dan geopolimerisasi berhasil dilakukan ditunjukkan dengan adanya gugus Si-O-Si
dan Si-O-Al. Uji imersi yang dilakukan mengubah warna semua sampel uji dari oranye
menjadi kuning serta pH-nya. Hal ini terjadi akibat adanya unsur kalsium yang melimpah
dan pengaruh larutan aktivator NaOH dalam biochar. Uji imersi juga menunjukkan adanya
peran selulosa terhadap pembentukan porositas dan penyerapan Cr6+. Adsorpsi Cr6+ paling
tinggi diperoleh pada sampel dengan selulosa 6% dalam waktu imersi 6 jam, yaitu sebesar
23,92%.
Perpustakaan Digital ITB