ABSTRAK Nazifatul Azizah
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 1 Nazifatul Azizah
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 2 Nazifatul Azizah
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 3 Nazifatul Azizah
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 5 Nazifatul Azizah
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
DAFTAR Nazifatul Azizah
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
2019 TA PP NAZIFATUL AZIZAH_LAMPIRAN.pdf
]
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
2019 TA PP NAZIFATUL AZIZAH_JURNAL.pdf)u
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Desa Pagerwangi merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Lembang
Kabupaten Bandung Barat dan dilalui oleh jalur Sesar Lembang. Sesar Lembang di Desa
Pagerwangi tersebut melintasi wilayah vital desa yang banyak dihuni oleh penduduk. Secara
keseluruhan panjang Sesar Lembang adalah 29 km dengan potensi kekuatan gempa dimasa
mendatang adalah 6,5-7 Mw dan periode perulangannya adalah 170-670 tahun.
Penyusunan tata ruang berbasis bencana merupakan salah satu usaha mitigasi dalam
mengurangi risiko bencana gempa. Perencanaan penggunaan lahan merupakan alat utama
untuk mengurangi risiko bencana. Inti dari perencanaan berbasis risiko adalah kemampuan
menggambarkan berbagai tingkat risiko seperti yang dapat diterima, ditoleransi dan tidak
dapat ditoleransi serta menghubungkannya dengan kebijakan penggunaan lahan yang
sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan pendekatan perencanaan
berbasis risiko gempa dalam penataan ruang. Metode analisis yang digunakan, yaitu
metode RBPA yang digunakan untuk menilai risiko bencana gempa yang ada di Desa
Pagerwangi serta untuk mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat yang terkena
dampak bencana Sesar Lembang dalam aksi pengurangan risiko bencana. Untuk
mengetahui persepsi masyarakat tersebut didapatkan melalui wawancara dengan
masyarakat dan FGD dengan kelompok masyarakat yang terdiri dari remaja, dewasa, dan
lansia. Selain metode RBPA, metode analisis yang digunakan adalah metode analisis
deskriptif kualitatif dan kuantitaif. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa tingkat
risiko bencana gempa di Desa Pagerwangi berada pada level 15 (orange) dari rentang 0-25
dengan perencanaan penggunaan lahan yang dapat ditoleransi disertai izin dan mitigasi
yang ketat. Pertimbangan pendekatan perencanaan berbasis risiko gempa dalam penatan
ruang belum dipertimbangkan dalam kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Daerah
Nomor 2 Tahun 2016 dan RDTR Kecamatan Lembang. Hal ini dapat dilihat dalam
kebijakan untuk koridor 250 m kiri kanan Sesar Lembang. Adapun permasalahan yang
terjadi di Desa Pagerwangi adalah sebagian besar rumah masyarakat tidak memiliki izin
mendirikan bangunan (IMB). Pelibatan kelompok masyarakat yang berpotensi terkena
dampak belum terlalu dilibatkan oleh pemerintah setempat terkait pengurangan risiko
bencana.
Perpustakaan Digital ITB