Proses pemilahan sampah rumah tangga yang efektif sangat bergantung pada partisipasi aktif dari masyarakat. Namun di Kota Ambon, tingkat partisipasi masyarakat tergolong rendah. Untuk mengatasi permasalahan ini, dibutuhkan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mendorong maupun menghambat perilaku pemilahan sampah serta konteks yang melatarbelakanginya menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan perilaku pemilahan sampah rumah tangga masyarakat Kota Ambon dengan menggunakan model Theory of Planned Behavior (TPB) yang diperluas dan menguji kesesuaian model, validitas, dan reliabilitasnya. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) (termasuk Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan Path Analysis) serta didukung oleh analisis statistik deskriptif. Data diperoleh melalui survei terhadap 300 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa perilaku pemilahan sampah dipengaruhi oleh sikap (CR = 3,874 dan p = 0,000), norma subjektif (CR = 2,029 dan p = 0,042), dan intervensi informasi (CR = 1,980 dan p = 0,048), Selain itu persepsi kontrol perilaku (CR = 0,894 dan p = 0,371), dukungan fasilitas (CR = -1,524 dan p = 0,127), dan regulasi dan kebijakan (CR = 0,236 dan p= 0,813), menunjukkan hubungan yang tidak signifikan. Model ini menunjukkan Goodness of Fit yang baik dengan nilai RMSEA = 0,058, CFI = 0,949, TLI = 0,943, dan Chi-square/df = 2,003. Temuan ini menghasilkan model perilaku berbasis TPB yang telah teruji dengan pendekatan SEM yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah. Studi ini juga berkontribusi pada literatur perilaku pro-lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan dengan secara empiris memvalidasi model TPB yang diperluas dalam konteks perkotaan di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB