digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Hidayat Mawawi
Terbatas Irwan Sofiyan
» ITB

COVER Hidayat Mawawi
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Hidayat Mawawi
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Hidayat Mawawi
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Hidayat Mawawi
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Hidayat Mawawi
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Hidayat Mawawi
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Hidayat Mawawi
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Larva lalat tentara hitam (Hermetia illucens) merupakan organisme yang mampu mengonversi limbah organik dan menghasilkan residu dalam bentuk cair (lindi) dan padat (kompos). Lindi yang dihasilkan oleh larva black soldier fly (BSF) mengandung unsur hara dan berbagai jenis mikroba yang berpotensi untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikroba pada lindi hasil biokonversi limbah organik oleh larva BSF terhadap pertumbuhan cabai, serta menentukan konsentrasi lindi optimal untuk tanaman cabai. Pupuk cair diaplikasikan pada tanaman cabai setelah pindah tanam ke media tanah dan kompos ex BSF dengan konsentrasi 1%, 2%, dan lindi 3% dua kali dalam seminggu . Efek pupuk cair terhadap pertumbuhan dan produktivitas dari tanaman cabai dibandingkan dengan kelompok kontrol (tanpa nutrisi) sebagai kontrol negatif dan NASA® sebagai kontrol positif. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang tanaman, bobot basah, dimensi buah, dan kandungan vitamin C. Analisis kandungan mikroorganisme di Axil Scientific Pte Ltd. menunjukkan mikroorganisme pada lindi terdapat bakteri dominan yaitu Pseudomonas sp. (41% dari populasi bakteri) sebagai penambat nitrogen. Fungi yang dominan adalah Aspergillus sp. (24% dari populasi fungi) sebagai entomopatogen, melarutkan fosfat, dan menghasilkan senyawa Indol Asetil Asetat (IAA). Hasil dari kompos ex BSF menunjukkan bakteri dominan ialah Pirellulaceae (26% dari populasi bakteri) sebagai bakteri pengoksidasi ammonia. Fungi dominan ialah Aspergilus candidus (36% dari populasi fungi) sebagai pelarut fosfat. Perlakuan lindi 1% menghasilkan jumlah cabang 15.95 ± 5.21 buah, tinggi tanaman 23.41 ± 8.22 cm, bobot basah 1401.43 gram, panjang buah 6.02-9.58 cm, lebar buah 0.65–1.39 cm, dan kandungan vitamin C 48.73 - 62.62 mg/100 gram. Walaupun peningkatan konsentrasi lindi berbanding lurus dengan jumlah mikroorganisme pada lindi, hal tersebut tidak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan produktivitas cabai yang ditunjukkan oleh analisis statistik yang tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan. Berdasarkan nilai bobot basah dan kandungan vitamin C pada cabai, dapat disimpulkan bahwa Lindi 1% dapat diaplikasikan sebagai pupuk organik cair untuk budidaya cabai seperti halnya NASA® .