digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook karya

COVER Eka Winata
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Eka Winata
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Eka Winata
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Eka Winata
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Eka Winata
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Eka Winata
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Eka Winata
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

Pengoperasian kendaraan angkut di area tambang yang meliputi kendaraan off highway truck(OHT) dan dump truck memerlukan para operatornya untuk dapat memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap kendaraan lain yang beroperasi secara bersamaan yang meliputi kendaraan-kendaraan lain seperti SUV dan pick up truck yang memiliki ukuran jauh lebih kecil dibandingkan dengan kendaraan kelas OHT dan dump truck. Jenis-jenis kecelakaan yang seringkali terjadi dalam lingkungan pengoperasian truk tambang seringkali melibatkan insiden seperti tabrakan di area blind spot yang seringkali mengakibatkan kendaraan seperti SUV ataupun pick up truck terlindas oleh kendaraan seperti OHT maupun dump truck. Hal tersebut diakibatkan karena terbatasnya field of view yang dimiliki oleh operator truk tambang terhadap area blind spot dari truk tambang. Keterbatasan field of view tersebut sangat dipengaruhi oleh dimensi truk tambang yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kendaraan-kendaraan operasional lain yang beroperasi di sekitarnya. Sistem driver assistance system yang meliputi blind spot detection dapat diimplementasikan untuk meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan yang melibatkan tabrakan alat pengangkut alat tambang. Pada umumnya, sistem blind spot detection melibatkan komponen-komponen seperti sensing device yang dapat mengukur jarak maupun gerakan dimana kemudian data dari sensor tersebut digunakan untuk menentukan kondisi keamanan blind spot yang kemudian akan menghasilkan output berupa notifikasi kepada operator. Dalam proyek ini digunakan sensor jarak berupa LIDAR yang dipasangkan di atas sebuah servo. Kedua komponen tersebut dioperasikan secara bersamaan untuk melakukan scanning terhadap area blind spot kendaraan. Dalam proyek ini, digunakan komunikasi Controller Area Network BUS (CAN BUS) antara sensing modul dengan blok pengolah data. Dari pengembangan subsistem ini, didapatkan bahwa sistem ini dapat melakukan pengukuran jarak dengan kapabilitas pengukuran jarak sampai dengan 40 meter dan coverage area dari pemantauan blind spot sebesar 60 derajat dari titik pusat bagian kiri dan kanan kendaraan. Dengan penggunaan arsitektur CAN BUS dalam hal komunikasi, didapatkan bahwa kedua sensing module dapat melakukan komunikasi pengiriman pembacaan jarak menuju ke blok pengolahan data utama.