Gangguan fisik yang dialami oleh pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi kerap kali menimbulkan stress, depresi, ansietas hingga keengganan untuk melanjutkan pengobatan. Hal tersebut diperparah dengan lingkungan fasilitas kesehatan yang kurang memperhatikan wellbeing pasien, seperti tidak adanya akses penghawaan alami, cahaya matahari serta pemandangan alam. Padahal faktor lingkungan merupakan faktor terpenting dalam proses kesembuhan pasien. Desain biofilik memiliki potensi-potensi terhadap peningkatan wellbeing manusia. Penerapan atribut-atribut biofilik dalam ruang dapat memberikan manfaat terhadap kesehatan fisik, psikologis hingga kognitif manusia. Dalam konteks fasilitas kesehatan, penerapan desain biofilik tidak dapat diterapkan dengan sembarangan, diperlukan peninjauan batasan dan peraturan pemerintah terkait faktor higienitas dan faktor kesehatan pasien. Ruang kemoterapi tergolong dalam zona infeksi rendah-sedang. Meskipun demikian, ruang kemoterapi harus menggunakan material-material elemen interior yang sesuai dengan standar pemerintah, sehingga penggunaan material alam sangat terbatas dalam ruang ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut desain biofilik yang sesuai untuk diterapkan di ruang kemoterapi dan dapat meningkatkan wellbeing pasien kanker payudara.
Perancangan ruang kemoterapi bagi pasien penderia kanker payudara ini menggunakan pendekatan desain biofilik. Penggunaan desain biofilik bertujuan untuk meningkatkan physical dan psychological wellbeing pasien. Peninjauan potensi atribut-atribut biofilik terhadap peningkatan wellbeing dilakukan melalui studi literatur jurnal-jurnal terkait dengan kesehatan dan lingkungan. Cara penerapan atribut biofilik ditinjau melalui studi literatur dan preseden desain, baik desain fasilitas kesehatan maupun desain ruang-ruang publik. Hasil desain dievaluasi oleh pasien, dokter dan perawat sebagai narasumber. Tujuan dari evaluasi desain adalah untuk mengetahui atribut desain biofilik apa saja yang paling dianggap positif, pola dan kualitas penerapannya dalam ruang kemoterapi serta pola interaksi manusia dengan alam mana yang dianggap paling berpengaruh terhadap wellbeing pasien kanker payudara. Analisis hasil evaluasi desain dilakukan dengan dua sudut pandang. Sudut pandang pertama berdasarkan objek/desain, kedua berdasarkan narasumber/subjek
Terdapat dua belas atribut biofilik yang memiliki manfaat untuk meningkatkan wellbeing pasien kanker payudara, yaitu: sinar matahari, warna, air, tumbuhan, stimuli non visual (bau dan suara), suhu& gerakan angin, pemandangan alam, material alam, simulasi unsur alamiah, fraktal, prospek dan tempat perlindungan. Dari keduabelas atribut tersebut, hanya delapan atribut yang dapat diterapkan karena batasan peraturan ruang kemoterapi. Atribut-atribut tersebut terdiri dari sinar matahari, warna, stimuli non visual, pemandangan alam, simulasi unsur alamiah, fraktal, prospek dan tempat perlindungan. Atribut fraktal dianggap paling positif oleh narasumber berdasarkan sudut pandang objek. Berdasarkan sudut pandang subjek, terdapat kecenderungan bahwa dari kelompok paramedis, pengetahuan dan pengalaman kerja yang dimiliki narasumber berpengaruh terhadap anggapan positif manfaat biofilik pada peningkatan wellbeing. Sedangkan pada kelompok pasien, hal tersebut dipengaruhi oleh pengalaman dan gangguan fisik-psikologis yang dialami selama menjalani kemoterapi. Pola penerapan indirect experience& symbolic experience berdasarkan hasil penelitian dapat diterapkan di ruang kemoterapi dengan pola interaksi alam-manusia berupa indirect engagement.
Perpustakaan Digital ITB