Enrofloksasin merupakan salah satu antibiotik golongan fluorokuinolon yang banyak digunakan
pada hewan ternak. Penggunaan yang tidak terkontrol pada hewan ternak dapat mengakibatkan
percepatan resistensi mikroba. Senyawa ini banyak terdeposit di dalam jaringan otot, kulit dan
lemak, hati dan ginjal. Analisis dari sampel biologis memerlukan preparasi yang lebih kompleks
dan rumit sebelum analis untuk mendapatkan hasil yang akurat secara cepat. Teknik pemisahan
menggunakan Molecular Imprinted Polymer (MIP) saat ini banyak dikembangkan untuk
mengatasi permasalahan analisis. MIP merupakan polimer yang dibuat dengan mencetak molekul
yang memiliki afinitas terhadap molekul cetakan sehingga selektivitas dan sensitivitasnya tinggi
terhadap molekul cetakan. Pada penelitian ini MIP disintesis dengan menggunakan enrofloksasin
sebagai molekul cetakan, asam itakonat sebagai monomer, etilenglikol dimetakrilat (EGDMA)
sebagai pengikat silang, dan azobisisobutironitril (AIBN) sebagai inisiator dan kloroform:metanol
(4:1) sebagai pelarut porogen. Sintesis MIP dilakukan menggunakan polimerisasi ruah dengan
perbandingan dalam mol molekul cetakan, monomer fungsional, pengikat silang 1:6:20,
menghasilkan IF sebesar 1,84. MIP yang dihasilkan bersifat selektif terhadap enrofloksasin.
Analisis residu enrofloksasin menggunakan HPLC dengan detektor UV-Vis, kolom C18, dan fase
gerak 20 mM asam fosfat dalam air pH 3,0:asetonitril (83:17). Hasil uji linearitas menunjukkan
R2 0,9990, akurasi dengan nilai recovery 98,75%-101,84%, presisi dengan nilai RSD 1,83, LOD
1,23 µg/ml dan LOQ 4,09 µg/ml. Hasil analis sampel yang dilakukan dengan metode Molecularly
Imprinted Solid Phase Extraction (MISPE) dan adisi menunjukkan bahwa terdeteksi adanya residu
enrofloksasin pada sampel daging ayam sebesar 8,83±15,19 mg/kg. Sedangkan pada sampel telur
tidak terdeteksi adanya residu enrofloksasin.
Perpustakaan Digital ITB