digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Enrofloksasin merupakan salah satu antibiotik golongan fluorokuinolon yang banyak digunakan pada hewan ternak. Penggunaan yang tidak terkontrol pada hewan ternak dapat mengakibatkan percepatan resistensi mikroba. Senyawa ini banyak terdeposit di dalam jaringan otot, kulit dan lemak, hati dan ginjal. Analisis dari sampel biologis memerlukan preparasi yang lebih kompleks dan rumit sebelum analis untuk mendapatkan hasil yang akurat secara cepat. Teknik pemisahan menggunakan Molecular Imprinted Polymer (MIP) saat ini banyak dikembangkan untuk mengatasi permasalahan analisis. MIP merupakan polimer yang dibuat dengan mencetak molekul yang memiliki afinitas terhadap molekul cetakan sehingga selektivitas dan sensitivitasnya tinggi terhadap molekul cetakan. Pada penelitian ini MIP disintesis dengan menggunakan enrofloksasin sebagai molekul cetakan, asam itakonat sebagai monomer, etilenglikol dimetakrilat (EGDMA) sebagai pengikat silang, dan azobisisobutironitril (AIBN) sebagai inisiator dan kloroform:metanol (4:1) sebagai pelarut porogen. Sintesis MIP dilakukan menggunakan polimerisasi ruah dengan perbandingan dalam mol molekul cetakan, monomer fungsional, pengikat silang 1:6:20, menghasilkan IF sebesar 1,84. MIP yang dihasilkan bersifat selektif terhadap enrofloksasin. Analisis residu enrofloksasin menggunakan HPLC dengan detektor UV-Vis, kolom C18, dan fase gerak 20 mM asam fosfat dalam air pH 3,0:asetonitril (83:17). Hasil uji linearitas menunjukkan R2 0,9990, akurasi dengan nilai recovery 98,75%-101,84%, presisi dengan nilai RSD 1,83, LOD 1,23 µg/ml dan LOQ 4,09 µg/ml. Hasil analis sampel yang dilakukan dengan metode Molecularly Imprinted Solid Phase Extraction (MISPE) dan adisi menunjukkan bahwa terdeteksi adanya residu enrofloksasin pada sampel daging ayam sebesar 8,83±15,19 mg/kg. Sedangkan pada sampel telur tidak terdeteksi adanya residu enrofloksasin.