digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Julita Hayati
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

COVER Julita Hayati
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 1 Julita Hayati
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 2 Julita Hayati
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 3 Julita Hayati
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 4 Julita Hayati
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 5 Julita Hayati
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

PUSTAKA Julita Hayati
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

Tanah gambut merupakan salah satu jenis tanah bermasalah yang memiliki kompresibilitas dan kandungan air tinggi. Tanah gambut juga memiliki daya dukung tanah yang rendah sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan daya dukung tanah gambut. Tanah gambut yang berasal dari Kab Banyu Asin Palembang merupakan jenis tanah gambut berserat (fibrous peat) dengan kandungan air yang cukup rendah. Tingkat dekomposisi tanah gambut cukup tinggi hal ini ditandai dengan kondisi lahan gambut yang telah terdergadasi. Bahan organik yang terkandung juga tinggi. Penggunaan tanah gambut sebagai dasar konstruksi dikhawatirkan terjadi penurunan yang besar akibat beban konstruksi diatasnya. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh penambahan mikroorganisme terhadap pemampatan tanah gambut. Mikroorganisme yang digunakan berasal dari cairan dekomposer yaitu Bios 44. Berdasarkan hasil analisis, penambahan mikroorganisme dengan variasi 5%, 10% dan 15% pada tanah gambut berpengaruh terhadap pemampatan dan kepadatannya. Kepadatan tanah gambut meningkat seiring besar persentase penambahan mikroorganisme yang terkandung pada Bios 44. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya berat isi kering dan menurunnya kadar air optimum sampel tanah gambut. Peningkatan berat isi kering terbesar terjadi pada penambahan 15% Bios 44 yaitu sebesar 1.09 gr/cm3. Penurunan pada tanah gambut campuran berkurang seiring penambahan persentase Bios 44. Persentasi penurunan tanah gambut asli sebesar 15.56% sedangkan untuk sampel tanah gambut dengan 15% Bios 44 besar persentasi penurunannya adalah 10.24%. Pemampatan yang terjadi berkuranag mencapai 5% dari total penurunan pada tanah gambut asli. Meningkatnya kandungan CacO3 dalam tanah gambut menyebabkan rongga pori berkurang sehingga pemampatan yang dihasilkan menurun. Oleh karena itu Bios 44 dapat dijadikan sebagai alternatif untuk meningkatkan parameter tanah gambut sehingga dapat digunakan sebagai tanah dasar konstruksi.