digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


2013_TA_PP_AJENG_LARASATI_1-BAB_1.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2013_TA_PP_AJENG_LARASATI_1-BAB_2.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2013_TA_PP_AJENG_LARASATI_1-BAB_3.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan


2013_TA_PP_AJENG_LARASATI_1-BAB_5.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan


Letak geografis Indonesia yang berada diantara 3 lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik, menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap gempa. Sehingga dalam merancang bangunan tahan gempa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya percepatan gempa yang terjadi dimana gedung tersebut akan dibangun, pemenuhan kondisi strong column weak beam, perancangan kapasitas sambungan elemen-elemen struktural yang akan menahan gaya gempa, serta pengecekan simpangan yang terjadi pada setiap lantai atau story drift. Pada tugas akhir ini, bangunan yang dirancang merupakan bangunan open frame delapan lantai dengan denah ukuran 25 m x 9 m. Bangunan tersebut dirancang dengan menggunakan sistem struktur SRPMK (Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus). Prosedur perancangan bangunan terhadap gaya gempa dilakukan berdasarkan peraturan SNI 1726-2012 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. Analisis riwayat waktu akan digunakan sebagai tools dalam melakukan analisis performance struktur bangunan yang telah dirancang. Selain itu, keandalan struktur bangunan akan dapat diketahui melalui fragility curve yang didapat berdasarkan hasil evaluasi menggunakan analisis riwayat waktu.