Sarana prasarana pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Lingkungan belajar yang menyenangkan dapat
tercipta melalui ketersediaannya sarana prasarana yang baik dan memadai. Namun permasalahan yang terjadi di kota Bandung kondisi ruang kelas sekolah dasar masih
jauh dari kondisi baik. Evaluasi perbaikan sistem manajemen aset pemeliharaan sarana prasarana sekolah dasar di kota Bandung diperlukan. Permasalahan yang terjadi adalah sekolah tidak melakukan pengelolaan sarana prasarana sekolah dasar dengan baik. Penyusunan kebutuhan minimum untuk sistem manajemen pemeliharaan aset sarana prasarana sekolah dasar dilakukan agar dapat membantu proses pengelolaan sekolah. Penyusunan kebutuhan minimum dilakukan dengan metode benchmarking antara contoh penerapan sistem manajemen pemeliharaan aset sarana prasarana di negara lain dan teori dasar. Kebutuhan minimum sistem manajemen pemeliharaan aset sarana prasarana sekolah dasar di kota Bandung adalah perencanaan, pengadaan, penggunaan, perawatan, dan penghapusan. Perencanaan mencakup analisis kebutuhan sekolah, perencanaan pengadaan, pembuatan tim pengelola sarana prasarana, inventarisasi aset yang terstandar, dan melibatkan komite sekolah. Pengadaan mencakup penentuan sumber dana baik cara pendapatannya maupun proses pengawasannya. Penggunaan adalah penggunaan sarana prasarana sehari-hari dan perawatan rutin. Pembuatan SOP dan pengawasan dari komite sekolah juga membantu keberjalanan proses penggunaan. Perawatan meliputi penilaian kondisi, perawatan, perbaikan, dan penentuan prioritas pekerjaan. Pelaporan hasil perawatan juga harus efektif. Penghapusan dilakukan ketika
sarana prasarana sudah memenuhi masa layan, dan harus melalui prosedur proses penghapusan aset daerah.
Perpustakaan Digital ITB