digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 YOGA RAFINIKA - Nim: 12514017
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 YOGA RAFINIKA - Nim: 12514017
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 YOGA RAFINIKA - Nim: 12514017
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 YOGA RAFINIKA - Nim: 12514017
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 YOGA RAFINIKA - Nim: 12514017
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA YOGA RAFINIKA - Nim: 12514017
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Konsumsi timah terus meningkat dari waktu ke waktu seiring peningkatan penggunaannya dalam industri hilir. Indonesia menempati urutan kedua terbesar sebagai negara produsen timah, dengan estimasi sebesar 70.900 ton timah ditambang pada tahun 2015. Produksi timah di Indonesia tidak bisa lepas dari keberadaan PT Timah Tbk. Salah satu pengembangan yang dilakukan PT Timah Tbk. adalah dilakukannya penambangan di daerah Batubesi, Belitung, yang mana bijih timah yang ditambang merupakan bijih timah primer. Bijih timah primer ini terdiri dari tiga jenis bijih dengan karakteristik yang berbeda, yaitu greisen, skarn, dan oxide clay. Mengingat akan dilakukannya penambangan bijih timah primer ini, proses konsentrasi yang sudah teruji sangat diperlukan. Oleh karena itu, penelitian terkait karakterisasi dan konsentrasi gravitasi bijih timah primer, khususnya jenis skarn dan oxide clay menjadi penting untuk dilakukan. Tahapan awal penelitian adalah preparasi bijih dari run of mine (ROM) sehingga siap untuk dikarakterisasi dan dikonsentrasi gravitasi. Preparasi berupa pengecilan ukuran untuk bijih timah jenis skarn dan pengeringan untuk bijih timah jenis oxide clay. Bijih yang sudah dipreparasi kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD, XRF, dan pengamatan mineragrafi. Kandungan unsur-unsur penyusun bijih pada ukuran-ukuran tertentu juga dianalisis XRF (size by size analysis). Pada bijih dilakukan konsentrasi gravitasi menggunakan jig dan meja goyang pada variasi ukuran P80 umpan sebesar 297 µm, 210 µm, 149 µm, dan104 µm, pada variasi fraksi ukuran umpan sebesar -297 +210 µm, -210 +149 µm, -149 +104 µm, dan -104 +62 µm untuk bijih jenis skarn, dan pada variasi fraksi ukuran umpan sebesar -297 µm, -210 µm, -149 µm, dan -104 µm untuk bijih jenis oxide clay. Karakterisasi bijih menunjukkan kadar Sn pada bijih timah jenis skarn sebesar 0,25% dan oxide clay sebesar 0,56%. Pada seluruh fraksi ukuran bijih dideteksi unsur Sn. Pada konsentrasi gravitasi bijih jenis skarn, didapatkan ukuran P80 optimum untuk proses menggunakan jig sebesar 212 µm dan meja goyang sebesar 149 µm, dengan jig memberikan persen perolehan Sn sebesar 20,12%, kadar Sn 0,25%, dan enrichment ratio 1,06, dengan meja goyang memberikan persen perolehan Sn sebesar 7,43%, kadar Sn 0,36%, dan enrichment ratio 1,5. Pada fraksi ukuran umpan -297 +212 µm memberikan hasil optimum pada percobaan menggunakan jig dan -104 +62 µm pada percobaan menggunakan meja goyang, dengan jig memberikan persen perolehan Sn sebesar 59,5%, kadar Sn 0,29%, dan enrichment ratio 1,3, dengan meja goyang memberikan persen perolehan Sn sebesar 3,5%, kadar Sn 1,3%, dan enrichment ratio 6,3. Pada bijih timah jenis oxide clay, fraksi ukuran -297 µm memberikan hasil optimum pada percobaan menggunakan jig dan fraksi ukuran -212 µm pada meja goyang, dengan jig memberikan persen perolehan Sn sebesar 1,57%, kadar Sn 1,32%, dan enrichment ratio 1,91, dengan meja goyang memberikan persen perolehan Sn sebesar 5,10%, kadar Sn 4,56%, dan enrichment ratio 8,3.