Kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan dan merupakan sumber utama protein dan minyak nabati utama dunia. Kebutuhan kedelai Indonesia yang tinggi tidak dapat dicukupi oleh pertanian kedelai lokal sehingga pemenuhannya diperoleh dari luar negeri. Salah satu cara untuk menangani ini ialah dengan melakukan peningkatan produksi dengan pemberian pupuk yang optimal. Pada penelitian ini dilakukan upaya pemberian pupuk daun alami yang berasal dari mikroalga Spirulina sp. Penelitian dilakukan di Screen House ITB Jatinangor dengan menggunakan Spirulina sp. kering dengan konsentrasi 0 g/L, 20 g/L, dan 40 g/L. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Pemberian pupuk daun Spirulina sp. dengan konsentrasi 20, 40 dan 0 g/L masing – masing menghasilkan tinggi tanaman secara berurutan: 52,5; 50,6; dan 50 cm, menghasilkan jumlah nodus tanaman sebanyak 6.7, 6,7, dan 6,5, luas daun sebesar 19.3, 19, dan 20, jumlah daun sebanyak 19, 19.4, dan 19,7, lama waktu berbunga 46.2, 45, 47.4 HST, serta kandungan klorofil total sebesar 28.4, 27, dan 31 mg/L. Analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) menunjukkan hasil pemberian pupuk daun Spirulina sp. tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan kedelai. Hal ini terlihat dari tidak adanya peningkatan yang signifikan terhadap waktu berbunga, tinggi tanaman, jumlah klorofil, jumlah daun, luas daun, dan jumlah nodus tanaman kedelai. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk daun Spirulina sp. kering sebanyak 20 maupun 40 gr/L tidak memberikan pengaruh nyata bagi pertumbuhan tanaman kedelai.
Perpustakaan Digital ITB