digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Banjir adalah salah satu bentuk daya rusak air yang disebabkan oleh faktor alam dan faktor manusia. Faktor yang disebabkan oleh alam terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sedangkan kapasitas badan air (drainase atau sungai) yang tidak memadai untuk menampung dan mengalirkan air (Soekarno, I - 2006). Faktor manusia antara lain peningkatan jumlah penduduk yang mengakibatkan perubahan tataguna lahan sehingga limpasan air permukaa meningkat, dan terjadi pendangkalan sungai akibat sedimentasi dan sampah (Belladona, 2005). Fokus dalam penelitian ini adalah membuat suatu kajian risiko dan pemetaan potensi dataran banjir dengan simulasi genangan periode ulang 25 tahunan. Analisis yang dilakukan dimulai dengan analisis hidrologi untuk mendapat debit banjir rencana periode ulang 25 tahunan. Tahapan selanjutnya dengan melakukan simulasi 1 dimensi untuk mendapatkan ketinggian muka air sungai dengan bantuan MIKE 11. Input dari MIKE 11 adalah debit banjir rencana di hulunya dan batasan muka air pasang surut dihilirnya. Untuk mengetahui sebaran genangan diperlukan peta Bathimetri, dan melakukan pemodelan 2 dimensi dengan menggunakan MIKE 21 untuk mendapatkan sebaran genangan. Tahapan terakhir adalah mengkaji risiko banjir secara spasial, yang bertujuan untuk menetuan tingkat risiko dari suatu kawasan berdasarkan pada tingkat bahaya dan kerentanan elemen yang berisiko. Dalam penelitian ini memakai studi kasus Daerah Aliran Sungai (DAS) Kluwut Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. Hasil analisis pemodelan MIKE 11 dan Mike 21 dengan menggunakan debit rencana periode ulang 25 tahun 19,62 m3/s pada kondisi ekstrim yaitu saat terjadi debit banjir puncak dan pasang yang tinggi, luas area yang tergenangi mencapai 17,26 km2, kecepatan aliran maksimum di lokasi dataran bajir sebesar 0,9 m/s dan kedalaman genangan di dataran banjir antara 0,3 – 3 meter. Maka risiko banjir di Das Kluwut masuk pada kategori sedang pada daerah hulu dengan ketinggian dari 0.3 – 1,5 meter, pada bagian tengah masuk pada kategori sedang dengan ketinggian banjir < 0.7 meter dan tinggi pada daerah hilir dengan kedalaman 2-3 meter. DAS Kluwut terindikasi memiliki potensi risiko bahaya banjir yang tinggi sehingga membutuhkan penanganan untuk mengurangi risiko banjir akibat genangan air.