digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Setiap daerah memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dalam perekonomian global dan keunggulan kompetitif merupakan hal yang sangat menentukan bagi setiap daerah untuk meningkatkan daya saing. Dalam mendukung peningkatan daya saing tiap daerah, pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan program pembangunan 100 techno park yang tersebar di setiap provinsi di seluruh Indonesia. Techno Park merupakan strategi inovasi wilayah melalui penciptaan dan proses komersialisasi dari pengetahuan baru yang menciptakan aktivitas ekonomi berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi. Studi ini melihat salah satu contoh pengembangan Techno Park di sebuah Kota dapat berpengaruh dalam peningkatan daya saing kawasan dengan mengambil Kota Cimahi menjadi salah satu lokasi yang akan dianalisis karena prestasinya yakni sebagai pusat pembangunan di wilayah provinsi Jawa Barat dengan dasar pengembangan industri kreatif berbasis telematika melalui inkubasi yang hingga saat ini terdapat kecenderungan dimana perkembangan dari industri tersebut masih belum terlihat. Maka dari itu perlu dikaji lebih lanjut mengenai tahap awal yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari inkubasi telematika dan Techno Park itu sendiri, yaitu serangkaian proses value co-creation oleh aktor-aktor terkait dalam perencanaan dan pelaksanaan inkubasi telematika untuk mengoptimalkan Techno Park dalam meningkatkan daya saing wilayah dengan menganalisis peran, kolaborasi aktor dan SWOT dari value co-creation bagi keberhasilan program inkubasi industri kreateif telematika di Techno Park Cimahi . Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa seluruh pihak telah menjalankan peran namun belum optimal dan terdapat potensi kualitas produk serta kekurangan pada penciptaan PBBT dan pendanaan.